Narasi Visual Kota Jadi Sorotan, IKJ Angkat Kegelisahan Warga Lewat Seni
Schoolmedia News Jakarta – Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kembali menggelar Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban VI dengan mengangkat tema "Narasi Visual dan Praktik Estetik di Kota: Perspektif Interdisiplin Seni Rupa dan Desain". Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas bagaimana narasi visual di ruang kota mampu merefleksikan berbagai persoalan serta kegelisahan masyarakat urban.
Seminar yang memasuki penyelenggaraan tahun keenam ini untuk pertama kalinya dilaksanakan secara luring di Galeri FSRD IKJ, Jakarta Pusat. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang berlangsung secara daring, kegiatan tahun ini menghadirkan diskusi langsung mengenai perkembangan estetika kota, seni rupa, dan desain dalam kehidupan masyarakat modern.
Dekan FSRD IKJ, Adlien Fadlia, menjelaskan bahwa kota merupakan ruang yang dipenuhi berbagai pesan visual, baik yang hadir di ruang publik maupun di ruang digital. Menurutnya, seni dan desain memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami dinamika sosial yang terus berkembang sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya ruang publik yang lebih inklusif dan bermakna.
Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) IKJ, Bambang Tri Rahadian, menambahkan bahwa wajah sebuah kota tidak hanya dibentuk oleh karya seniman profesional, tetapi juga oleh berbagai ekspresi kreatif masyarakat. Mural, desain lingkungan, aktivitas komunitas, hingga berbagai bentuk komunikasi visual sehari-hari menjadi bagian dari identitas kota yang terus berkembang.
Melalui seminar ini, IKJ juga mendorong dunia akademik agar lebih dekat dengan masyarakat. Kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata melalui kolaborasi dengan warga dalam menciptakan ruang publik yang lebih hidup dan estetik. Salah satu contohnya diwujudkan melalui kolaborasi IKJ bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat dalam penyelenggaraan Festival Kalipasir.
Penyelenggaraan Pusaran Urban VI menunjukkan bahwa seni rupa dan desain tidak sekadar menghasilkan karya visual, tetapi juga menjadi media untuk membaca perubahan kota, menyuarakan persoalan sosial, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan perkotaan yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
-
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Dari Semarang ke Tanah Suci, 28 Mahasiswa UIN Walisongo Ikuti KKN Internasional
Satu Dekade BINUS @Malang, Komitmen Lahirkan Inovator dan Pemimpin Masa Depan