Semarang Perkuat Literasi Digital di Sekolah, Guru dan Siswa Ikuti Pelatihan Teknologi Pembelajaran

Semarang – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat transformasi pendidikan melalui peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah. Berbagai pelatihan dan pendampingan teknologi pembelajaran mulai digelar untuk membantu guru dan siswa memanfaatkan perangkat digital secara lebih efektif, kreatif, dan bertanggung jawab. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan era digital dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Program literasi digital tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga membangun pemahaman mengenai etika bermedia digital, keamanan siber, pengelolaan informasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendukung proses belajar. Dengan pendekatan tersebut, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam berbagai pelatihan, para guru dibekali keterampilan menggunakan platform pembelajaran digital, aplikasi presentasi interaktif, media evaluasi daring, serta penyusunan materi ajar berbasis multimedia. Sementara itu, siswa mendapatkan pembelajaran mengenai pencarian informasi yang valid, pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan kreativitas, serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan internet.
Peningkatan kompetensi digital menjadi kebutuhan yang semakin penting karena teknologi kini telah menjadi bagian dari aktivitas belajar sehari-hari. Banyak sekolah mulai menerapkan sistem pembelajaran yang memadukan kegiatan tatap muka dengan penggunaan platform digital. Oleh sebab itu, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses belajar yang efektif dan menarik.
Selain pelatihan teknis, sekolah juga mulai mengembangkan budaya literasi digital melalui berbagai kegiatan seperti kelas coding, pembuatan konten edukatif, pelatihan desain grafis, hingga proyek kolaboratif berbasis teknologi. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya digital yang bermanfaat.
Pemerintah Kota Semarang juga mendorong kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan dunia industri untuk memperluas akses pelatihan digital. Melalui kerja sama tersebut, guru dan siswa memperoleh kesempatan mengikuti seminar, lokakarya, serta praktik langsung mengenai perkembangan teknologi pendidikan yang terus berkembang.
Menurut para pendidik, literasi digital saat ini merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat elektronik, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, mengenali hoaks, memahami hak cipta, serta menggunakan media sosial secara bijak.
Transformasi digital di sekolah juga memberikan peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif. Video pembelajaran, simulasi virtual, kuis daring, hingga penggunaan media berbasis animasi dinilai mampu meningkatkan partisipasi siswa di kelas. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik sekaligus membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih kontekstual.
Meski demikian, pemerataan akses teknologi masih menjadi tantangan. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas digital yang sama, sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan dalam penyediaan perangkat, akses internet, dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus berupaya mengurangi kesenjangan tersebut agar seluruh peserta didik memiliki kesempatan belajar yang setara.
Para pemerhati pendidikan menilai bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia. Guru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan siswa memanfaatkan teknologi secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui berbagai pelatihan dan program literasi digital yang terus dikembangkan, Semarang menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih modern. Diharapkan, langkah ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berinovasi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Penulis:Ryka Siadari
Liputan Khusus Lainnya:
Unesa Nonaktifkan 6 Mahasiswa Vokasi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Verbal
Guru Besar IPB Soroti Kondisi Laut Indonesia yang Kian Memprihatinkan
Pakar UGM: Pembatasan Internet bagi Anak Perlu Diimbangi Edukasi dan Pendampingan