Unesa Nonaktifkan 6 Mahasiswa Vokasi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Verbal

Schoolmedia News Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa Fakultas Vokasi yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual verbal. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah awal untuk mendukung proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa sekaligus memastikan penanganan kasus berjalan secara objektif.
Kasus ini mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan di sebuah grup WhatsApp yang diduga berisi komentar bernada seksual dan mengobjektifikasi mahasiswi maupun dosen perempuan. Berdasarkan hasil pendataan awal, jumlah korban yang teridentifikasi mencapai 26 orang, terdiri atas mahasiswa dan dosen.
Pihak Unesa menegaskan bahwa penonaktifan keenam mahasiswa bersifat sementara selama proses pemeriksaan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar investigasi dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu proses pengumpulan keterangan maupun pendampingan terhadap para korban. Selain itu, kampus memberikan layanan pendampingan kepada korban sesuai mekanisme penanganan kekerasan seksual yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.
Satgas PPK Unesa saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kronologi, mengumpulkan bukti, serta meminta keterangan dari para pihak yang terkait. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi universitas dalam menentukan sanksi sesuai peraturan akademik dan ketentuan yang berlaku.
Unesa menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual. Kampus juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk berani melaporkan setiap dugaan pelanggaran serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan pendidikan tinggi.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Semarang Perkuat Literasi Digital di Sekolah, Guru dan Siswa Ikuti Pelatihan Teknologi Pembelajaran
Pakar UGM: Pembatasan Internet bagi Anak Perlu Diimbangi Edukasi dan Pendampingan