Unpad Dipercaya Pimpin Pengembangan Vaksin TBC Buatan Dalam Negeri

Schoolmedia News Bandung – Universitas Padjadjaran (Unpad) dipercaya menjadi pusat pengembangan vaksin Tuberkulosis (TBC) buatan dalam negeri. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan TBC sekaligus mendukung target penurunan kasus penyakit tersebut hingga 50 persen pada tahun 2029 melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, mengusulkan agar seluruh penelitian vaksin TBC nasional dipusatkan di Unpad. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta berbagai lembaga penelitian lainnya menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya vaksin TBC karya anak bangsa.
Kepercayaan tersebut juga didukung dengan pembangunan gedung khusus pemberantasan Tuberkulosis di Rumah Sakit Unpad. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat riset, pengembangan teknologi kesehatan, sekaligus memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghasilkan inovasi di bidang vaksin dan pengendalian penyakit menular.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyambut baik penunjukan tersebut. Ia menyatakan Unpad siap menjadi koordinator penelitian nasional dan bekerja sama dengan berbagai institusi untuk menyusun langkah-langkah strategis, baik jangka pendek maupun jangka menengah, guna menghasilkan terobosan dalam penanganan TBC di Indonesia.
Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus Tuberkulosis tertinggi di dunia. Karena itu, pengembangan vaksin dalam negeri dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian nasional di bidang kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar negeri.
Melalui kolaborasi lintas lembaga dan dukungan pemerintah, pengembangan vaksin TBC diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas riset kesehatan nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis serta memperkuat ekosistem inovasi dan pendidikan tinggi di Indonesia.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Wacana SPP SMA/SMK Negeri di Jawa Barat Mengemuka, Pemprov Tegaskan Masih Tahap Pembahasan
Ledakan di MAN 3 Padang, Puan Maharani Minta Isu Perundungan Jadi Perhatian Serius