Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
regional

Pakar IPB Kembangkan Cabai Habanero Lokal, Kepedasan Capai 1,3 Juta SHU

author Andeliyumna
Jul 17, 2026 |
9 Dilihat

Schoolmedia News Bogor – Inovasi di bidang pertanian kembali hadir dari IPB University. Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University, Prof. Muhamad Syukur, bersama tim peneliti berhasil merakit empat varietas cabai habanero lokal pertama di Indonesia dengan tingkat kepedasan yang sangat tinggi, bahkan mencapai 1,3 juta Scoville Heat Units (SHU). Varietas tersebut menjadi cabai habanero pertama yang terdaftar di Kementerian Pertanian RI sekaligus memperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Empat varietas yang dikembangkan meliputi Tabia Sala 1 IPB, Margi 2 IPB, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB. Masing-masing memiliki karakteristik warna serta tingkat kepedasan yang berbeda. Varietas Tabia Sala 1 berwarna merah menjadi yang paling pedas dengan tingkat kepedasan sekitar 1 hingga 1,3 juta SHU, sedangkan tiga varietas lainnya memiliki tingkat kepedasan berkisar 350 ribu hingga 500 ribu SHU.

Pengembangan varietas ini merupakan hasil kolaborasi antara IPB University dan Pemerintah Provinsi Bali. Selain memiliki cita rasa yang sangat pedas, keempat varietas tersebut dirancang agar mampu beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia serta memiliki ketahanan terhadap penyakit keriting kuning yang kerap menyerang tanaman cabai.

Menurut Prof. Muhamad Syukur, kebutuhan pasar terhadap cabai dengan tingkat kepedasan tinggi terus meningkat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri pangan. Bahkan, beberapa perusahaan telah menunjukkan minat untuk memanfaatkan cabai habanero IPB sebagai bahan baku cabai bubuk dan produk olahan lainnya. Varietas ini juga memiliki peluang besar untuk diekspor, termasuk sebagai bahan baku produk penghangat tubuh (hot pack) di negara-negara beriklim dingin seperti Korea Selatan.

Proses perakitan varietas cabai habanero lokal tersebut dimulai sejak tahun 2020 dan memerlukan waktu sekitar enam tahun hingga berhasil menghasilkan benih unggul. Saat ini benih keempat varietas telah didiseminasikan melalui Benih Dramaga sehingga dapat diakses dan dibudidayakan oleh petani di berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi salah satu bukti kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi pertanian yang tidak hanya meningkatkan daya saing komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang pengembangan industri pangan dan ekspor berbasis hasil riset dalam negeri.

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber:https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8577278/pakar-ipb-hasilkan-cabai-habanero-lokal-kepedasan-ekstrem-sampai-1-3-juta-shu

Unpad Dipercaya Pimpin Pengembangan Vaksin TBC Buatan Dalam Negeri
regional Selanjutnya
Unpad Dipercaya Pimpin Pengembangan Vaksin TBC Buatan Dalam Negeri
author Andeliyumna
Jul 17, 2026
Wacana SPP SMA/SMK Negeri di Jawa Barat Mengemuka, Pemprov Tegaskan Masih Tahap Pembahasan
regional Sebelumnya
Wacana SPP SMA/SMK Negeri di Jawa Barat Mengemuka, Pemprov Tegaskan Masih Tahap Pembahasan
author Andeliyumna
Jul 17, 2026