Cari

Krisis Identitas Sebabkan Maraknya Kasus Kekerasan Terhadap Guru

Ilustrasi anak dengan emosi marah, Foto: Pixabay

 

Krisis identitas menjadi alasan terjadinya banyak kasus kekerasan terhadap guru yang dilakukan oleh para siswa akhir-akhir ini. Hal ini dikatakan Staf Ahli Menteri Bidang Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Arie Budiman.

"Menurut saya krisis identitas menjadi alasan mengapa selama ini banyak kasus kekerasan yang terjadi kepada para guru yang dilakukan oleh siswanya sendiri," kata Arie di Kupang, Senin, 18 Februari 2019.

Ia menyampaikan hal ini usai menjadi pembicara dalam diskusi serta Sosialisasi Buku Panduan dan Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Menurut Arief, anak-anak usia sekolah sedang dalam masa pencarian identitas diri di dalam masa tumbuh kembangnya kerap menghadapi pemahaman yang salah kaprah. 

"Kadang identitas diri yang dicari itu jalannya salah. Misalnya menjadi seorang pemberani tetapi jalannya salah," ujar Arief.

Ia mencontohkan kasus pemukulan serta penghinaan terhadap seorang guru SMA di Gresik, Jawa Timur baru-baru ini diduga karena krisis identitas. Saat ini kata Arief, banyak kejadian seperti itu, dan masih banyak dialami oleh para guru di sekolah-sekolah.

Tetapi jika dihitung secara keseluruhan, kata Arief, jumlah kekerasan terhadap guru itu masih kecil jika dibandingkan dengan puluhan ribu sekolah di Indonesia yang mempunyai aturan yang kuat terhadap siswa-siswanya.

Untuk mencegah kejadian seperti itu, Arief menegaskan, kondisi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua karena mempunyai peran yang sama.

"Peran orang tua itu sangat penting. Pembinaan di rumah itu sangat penting, bahkan peran lingkungan, yakni peran alumni juga penting," kata Arief menambahkan. 

Di samping itu, kata Arief, untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap guru di lingkungan sekolah, seorang guru juga harus menunjukkan kewibawaannya agar tak dianggap remeh oleh siswanya.
 

Lipsus Selanjutnya
14 Siswa SD Diduga Idap HIV/AIDS Diusir dari Sekolah, Psikolog: Bisa Berdampak Pada Identitas Diri
Lipsus Sebelumnya
4 Mobil Baru Didatangkan ke Papua Bantu Lindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar