Ilustrasi pengangguran, Foto: Pixabay
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil berencana akan merombak kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tidak sejalan dengan ekonomi saat ini. Bahkan SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Barat.
"Kurikulum SMK di Jabar akan dibongkar habis, karena kurikulumnya tidak nyambung dengan ekonomi hari ini," kata Emil di Cirebon, Kamis, 7 Februari 2019.
Emil menuturkan perombakan kurikulum SMK, bertujuan agar lulusannya bisa terserap kalangan industri atau perusahaan. Karena selama ini, menurut Emil, penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Barat merupakan mereka yang lulusan SMK.
"Penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Barat ternyata adalah lulusan SMK. Oleh karena itu kita akan bongkar (kurikulumnya)," tutur Emil.
Dengan banyaknya pengangguran dari lulusan SMK, Emil melanjutkan, bisa diketahui bahwa kurikulum saat ini tidak bisa menghasilkan lulusan yang mudah bekerja.
Ridwan Kamil, Foto: Ridwan Kamil/Facebook
"Maka akan kita evaluasi beberapa kurikulum SMK, mungkin ada yang bisa dipertahankan dan juga ada yang direposisi sesuai ekonomi di masa depan khususnya ekonomi digital," ujar Emil.
Nantinya, kata Emil, kurikulum SMK di Jawa Barat akan dijadikan kemitraan dengan beberapa perusahaan penyedia lapangan pekerjaan.
Meskipun SMK itu yang mengelola Provinsi seperti gaji guru, subsidi siswa dan lainnya, namun nantinya, Emil menjelaskan, SMK akan bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk masalah kurikulumnya.
"Nanti akan dijadikan kemitraan, jadi asetnya milik Pemprov, gurunya digaji Pemprov, anak-anaknya disubsidi Pemprov, tapi kurikulumnya nanti kurikulum Astra, nanti kurikulumnya kurikulum Samsung dan seterusnya," kata Emil berharap.
Tinggalkan Komentar