Cari

TKA SD di Surabaya Berjalan Penuh Semangat Berkat Persiapan yang Matang



Schoolmedia News Jakarta = Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat tampak antusias saat meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik jenjang SD/MI/Sederajat tahun 2026 di SD Intan Permata Hati. Para murid nampak fokus mengerjakan soal di laboratorium komputer sementara guru pendamping memastikan proses berjalan lancar. Pada kesempatan ini, Wamen Atip juga menyapa dan menyemangati langsung kepala sekolah, guru, dan murid sebelum dan sesudah pelaksanaan. 

Kepala Sekolah SD Intan Permata Hati, Dewa Made, mengatakan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya telah dipersiapkan secara matang melalui berbagai tahapan mulai dari simulasi hingga gladi bersih. Koordinasi terus dilakukan dengan Dinas Pendidikan serta pihak kecamatan melalui perhimpunan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan lancar. 

“Saat ini kami melaksanakan TKA dengan persiapan yang begitu intensif. Anak-anak kami bekali dengan simulasi, dan gladi bersih. Puji Tuhan selama kita melaksanakan persiapan ini semua dalam keadaan lancar, berjalan dengan baik,“ jelas Dewa.

Fani, bagian kurikulum SD Intan Permata Hati, menjelaskan bahwa TKA di sekolahnya diikuti oleh 45 murid. Para peserta menunjukkan semangat yang tinggi meskipun sebagian masih diliputi rasa gugup. Persiapan telah dilakukan sejak Januari melalui kelas tambahan, khususnya Matematika.

Mengingat pembelajaran di sekolah menggunakan Bahasa Inggris sehingga murid perlu beradaptasi dengan soal berbahasa Indonesia. “Harapannya semua berjalan dengan baik, lancar, anak-anak bisa tetap enjoy, walaupun mungkin mereka gugup tadi, tapi semoga semua berjalan dengan baik,” ujar Fani. 

Michelle, Murid SD Intan Permata Hati mengungkapkan bahwa persiapannya menghadapi TKA dilakukan dengan berlatih mengerjakan soal dengan rutin, baik di sekolah maupun di rumah melalui berbagai media, seperti lembar kerja dan latihan daring, sehingga membantunya lebih memahami materi yang diujikan dengan dukungan guru yang selalu siap membantu ketika murid mengalami kesulitan.

“Persiapan kita banyak belajar Matematika di dalam kelas, sama online. Jadi kita bisa belajar di rumah sama di sekolah juga sekalian sama guru. Jika kita nggak ngerti, kita bisa tanya guru untuk lebih tahu jawabannya nanti guru akan akan menjelaskan lebih dalam,” ungkap Michelle.

Di Surabaya, Wamen Atip juga sempat mengunjungi SDN Ketintang 1. Di sana, pelaksanaan TKA yang diikuti 58 murid itu berjalan dengan baik. Pihak sekolah mengatakan karena sebelumnya persiapan sudah dilakukan secara matang. Mulai dari menyediakan kelas tambahan, kelompok belajar, dan penguatan kedisiplinan belajar bagi para murid. 

Kepala SDN Ketintang 1, Diana, menjelaskan bahwa sekolah mendorong murid untuk lebih disiplin dalam belajar dan membatasi penggunaan gawai.

“Kami memberi motivasi kepada anak-anak bahwa sekarang di tahun ini mereka ada TKA. Kami membentuk karakter mereka untuk selalu belajar, tidak sering bermain HP dan ada waktu-waktu tertentu untuk mematikan HP,” ungkap Diana.

Ia menambahkan bahwa murid juga didorong untuk belajar mandiri dan berkelompok, termasuk melalui tutor sebaya, sehingga mereka yang lebih menguasai materi pelajaran dapat membantu temannya yang lain.

Pada awalnya Diana mengaku sempat khawatir terkait pelaksanaan TKA berbasis daring, namun ia bersyukur, pada pelaksanaannya semua berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. “Karena ini TKA online, saya agak takut dengan jaringan kita tapi alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,” jelas Diana.

Sementara itu, Guru SDN Ketintang 1, Maimunah, menyampaikan bahwa respons murid terhadap pelaksanaan TKA cukup beragam. Ada yang percaya diri dan ada pula yang gugup. Persiapan dilakukan melalui tambahan pembelajaran setelah jam sekolah, khususnya Matematika dan Bahasa Indonesia. Para murid juga diberikan motivasi agar mereka lebih percaya diri. Pelaksanaan TKA dilaksanakan secara daring di laboratorium komputer dengan jaringan internet yang memadai. 

“Ada anak yang sudah percaya diri dan ada yang gugup untuk menghadapi TKA. Kami selalu memberikan semangat agar mereka yakin bisa mengerjakan dengan baik. Internet kami sediakan khusus di lab komputer. Harapan kami semoga tidak ada hambatan,” ungkap Diana.

Sejumlah murid SDN Ketintang 1 berbagi pengalaman menghadapi TKA dengan semangat dan kesiapan, meski dihadapkan pada beberapa soal yang menantang. Aezar menyebut latihan yang dilakukan sebelumnya membuatnya lebih siap, terutama dalam menghadapi soal Matematika. “Soalnya ada yang susah, ada yang nggak. Yang susah itu hitungan jarak, kecepatan, dan waktu. Tapi karena sudah belajar dan latihan sebelumnya, jadi lebih siap. Saya juga stop main HP dan belajar sekitar 2–3 jam. Harapan Saya semoga bisa dapat nilai bagus dan masuk SMP favorit,” ujar Aezar.

Sementara itu, Fitriani juga optimis karena telah mempersiapkan diri melalui kelas tambahan dan latihan rutin. “Ada yang susah, ada yang gampang seperti menghitung keliling, tapi karena sudah sering latihan, jadi lebih mengerti. Persiapan saya sebelum ujian yaitu berhenti main HP dari pulang sekolah sampai jam 6, terus belajar. Di sekolah juga ada kelas tambahan setiap Selasa sama Kamis. Semoga saya bisa masuk SMP yang diinginkan dan membanggakan orang tua,” tutupnya.

Tim Schoolmedia

Lipsus Selanjutnya
106 Sekolah Direvitalisasi di Minahasa, Dorong Lulusan Vokasi Siap Kerja
Lipsus Sebelumnya
Pemerintah Salurkan Rp117,96 Miliar Bantuan Stimulan Rumah Rusak di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar