Cari

Pelaksanaan TKA Diawali Dengan Doa, Menjalani dengan Gembira


Mengawali dengan Doa, Menjalani dengan Gembira: Cerita TKA di SMPN 2 Curug

Schoolmedia News Tangerang =  Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, berlangsung dalam suasana yang tertib, nyaman, dan menyenangkan. Para murid tampak antusias mengikuti asesmen dengan “Jujur dan Gembira”, yang menjadi semangat utama pelaksanaan TKA.

Sebelum memasuki ruang ujian di setiap sesi, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Para murid terlebih dahulu masuk ke dalam ruang transit serta diajak untuk berdoa bersama, kemudian memberikan semangat untuk satu sama lain. Momen tersebut menciptakan atmosfer yang hangat dan menenangkan, sehingga murid dapat memasuki ruang ujian dengan lebih percaya diri dan tanpa tekanan berlebih.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, yang meninjau langsung pelaksanaan TKA di sekolah tersebut, mengapresiasi suasana positif yang tercipta di lingkungan sekolah.

“Pelaksanaan TKA hari ini berjalan dengan baik, suasananya tertib, dan yang paling penting murid, dapat mengikuti dengan tenang dan gembira. Ini yang kita harapkan, asesmen yang tidak menegangkan, tetapi tetap bermakna,” ujar Menteri Mu’ti pada Senin (6/4).

Ia menegaskan bahwa TKA dirancang bukan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari proses belajar murid untuk mengukur kemampuan akademik, literasi, numerasi, serta memahami karakter dan lingkungan belajar. “Semangat ‘TKA Jujur dan Gembira’ ini penting agar murid tidak merasa tertekan. TKA bukan penentu kelulusan, tetapi sarana untuk mengenali kemampuan diri,” tambahnya.

Untuk menciptakan suasana belajar yang semakin positif, sekolah turut menghadirkan nuansa TKA di lingkungan sekolah melalui pemasangan poster-poster edukatif. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMP Negeri 2 Curug, Purwaningsih, yang menyampaikan sekolah berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung agar murid dapat mengerjakan soal dengan tenang dan percaya diri.

“Poster tersebut sebagian dibuat oleh murid sebagai bagian dari pembelajaran, dan sebagian diambil dari sumber laman resmi. Ini kami tampilkan di lingkungan sekolah sebagai media motivasi agar murid semakin semangat menghadapi TKA,” ujar Purwaningsih.

Ia menambahkan jika sekolah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, di antaranya dengan mengundang orang tua serta melakukan sosialisasi terkait TKA kepada murid, sehingga tercipta sinergi positif antara sekolah dan keluarga dalam mendukung kesiapan murid.

“Kami tidak memberikan tekanan berlebih kepada murid. Justru kami dorong mereka untuk terbiasa dengan pola soal TKA dan menghadapinya dengan santai, tetapi tetap serius,” tambahnya.

Dari sisi murid, suasana TKA yang tidak menegangkan turut dirasakan oleh para peserta. Salah satunya, Indy Calista Siahaan, yang mengungkapkan bahwa pelaksanaan TKA berjalan lancar dan dapat diikuti dengan baik oleh para murid. “Pelaksanaan hari ini cukup lancar. Saya dan teman-teman bisa mengerjakan soal TKA tepat waktu pada sesi 1,” ujarnya.

Tak hanya itu, Indy juga merasakan pengalaman yang menyenangkan selama pelaksanaan TKA, terutama karena dapat melihat langsung kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang memberikan motivasi para murid. “Yang paling menyenangkan, saya bisa mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Pak Menteri,” ungkapnya.

Indy juga menilai suasana lingkungan sekolah turut memberikan dampak positif bagi kesiapan dirinya sebelum mengikuti ujian. “Lingkungan sekolah yang asri membantu saya lebih rileks dalam mempersiapkan diri sebelum menghadapi TKA,” tuturnya.

Sementara itu, murid lainnya, Rafli L. Arzaq yang mengikuti sesi 2, menyampaikan bahwa persiapannya menghadapi TKA telah dilakukan sejak jauh hari. “Menurut saya, persiapan sudah hampir matang karena saya belajar cukup lama, termasuk dengan percobaan TKA. Saya juga lebih banyak memperdalam matematika,” ungkapnya.

Rafli mengaku termotivasi untuk belajar lebih giat. “Rasa takut pasti ada, tapi saya jadikan itu sebagai dorongan. Kalau ada materi yang belum dikuasai, saya pelajari lebih dalam,” ujarnya. Ia juga optimistis dengan usaha yang telah dilakukan untuk menghadapi TKA. “Kalau dari usaha yang saya lakukan, saya yakin 100 persen,” pungkas Rafli.

Tim Schoolmedia 

Lipsus Selanjutnya
Pejabat Baru Kemendikdasmen Diminta 5K dan Bersahaja
Lipsus Sebelumnya
Wamen Fajar: Sinergi Tri Sentra Pendidikan Kunci Wujudkan Generasi Indonesia Emas 2045

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar