Ilustrasi ruang kelas, Foto: Pixabay
Sebanyak 27 sekolah menengah pertama di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 secara mandiri. Hal ini dikarenakan keterbatasan jumlah komputer dan tidak adanya jaringan internet.
"Tahun ini ada 27 sekolah yang melaksanakan UNBK digabung, menurun dari tahun lalu yang mencapai 58 sekolah. Semuanya sekolah swasta," kata Kepala Disdikpora Gunung Kidul Bahron Rosyid di Gunung Kidul, Kamis, 7 Februari 2019.
Bahron mengatakan UNBK 2019 diikuti sebanyak 9.752 siswa dari 142 sekolah menengah tingkat pertama di Gunung Kidul.
"Untuk sekolah negeri sudah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri," katanya.
Ia menjelaskan, masalah tidak bisa mengikuti UNBK secara mandiri di beberapa sekolah tersebut karena jumlah komputer yang belum mencukupi, juga terkendala masalah server yang belum kompatibel.
"Sebagian besar masalah infrastruktur yang belum memenuhi standar yang berlaku," kata Bahron.
Baca juga: Beli Perangkat Komputer untuk UNBK SMP, Pemkab Garut Gelontorkan Rp 6,7 Miliar
Ia mengatakan, siswa tersebut harus bergabung ke sekolah lain dan mengerjakan ujian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Siswa tetap bisa ikut UNBK, meski harus mengerjakannya di sekolah lain," kata Bahron.
Bahron mengatakan pemerintah kabupaten setempat berupaya mempersiapkan infrastruktur agar pelaksanaan UNBK yang akan digelar April mendatang bisa dilaksanakan dengan baik. Untuk persiapan UNBK, Bahron menambahkan, pihak Disdikpora sudah berkoordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik.
"Sekolah juga diimbau mempersiapkan genset," kata Bahron.
Bahron mengatakan dari sisi siswa juga dipersiapkan diantaranya dengan melakukan beberapa kali latihan. Selain itu juga memberikan pembekalan materi.
Baca juga: Terkendala Listrik dan Prasarana, Siswa di Kepulauan Riau dan Batam Terhambat Jalani UNBK
Tinggalkan Komentar