
Schoolmedia News Surabaya = Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muâti, menyempatkan diri meninjau Sekolah Rakyat yang berlokasi di area kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur, Kamis (12/2). Sekolah Rakyat merupakan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas dan inklusif bagi masyarakat prasejahtera.
Menteri Muâti menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Asta Cita keempat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.
â"Sekolah Rakyat adalah bukti kehadiran negara dalam menjawab Asta Cita Presiden Prabowo untuk memastikan pendidikan bermutu dapat diakses semua kalangan secara gratis," ujar Menteri Muâti. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak ingin kendala ekonomi mematahkan semangat murid untuk berprestasi, karena setiap anak berhak mendapatkan jaminan masa depan yang lebih baik.
Suasana hangat tercipta saat Menteri Muâti memasuki salah satu ruang kelas dan berdialog langsung dengan para murid. Salah seorang murid dengan penuh haru menyampaikan rasa terima kasihnya atas keberadaan sekolah tersebut.
â"Kepada Bapak Presiden, terima kasih sudah membuat program ini untuk anak-anak yang tidak mampu. Semoga ke depannya sekolahnya dapat menyebar ke seluruh Indonesia, agar semua bisa merasakan sekolah dengan gratis," ucapnya polos.
Murid tersebut kemudian bercerita kepada Menteri Mu'ti bahwa ia bercita-cita menjadi seorang arsitek. "Karena orang tua saya kerjanya kuli, kebetulan saya bisa menggambar, jadi saya suka gambar desain bangunannya," tuturnya.
Mendengar hal tersebut, Menteri Muâti memberikan dukungan penuh dan menyemangati murid tersebut agar terus rajin belajar. Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi jembatan bagi seluruh anak bangsa untuk meraih mimpi-mimpi mereka.
â"Kami ingin Sekolah Rakyat menjadi jembatan bagi murid untuk meraih mimpi, seperti harapan salah satu anak tadi yang ingin menjadi arsitek. Kemendikdasmen berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang inklusif agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa hebat, kuat, dan tangkas dalam mengejar cita-citanya," pungkas Menteri Muâti.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar