Cari

Empat SATUAN PAUD DI CIANJUR TERMASUK 83 SEKOLAH YANG DIREVITALISASI, ANGGARAN TOTAL RP106 MILYAR


Fasilitas dasar bermartabat dan ruang belajar layak hadirkan dampak langsung bagi murid dan masyarakat

SCHOOLMEDIA NEWS JAKARTA = Sebanyak 83 satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur dari berbagai jenjang telah menerima manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di antaranya 4 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program yang meliputi pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana ini diresmikan secara langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pada Sabtu (31/1), dengan total alokasi anggaran mencapai Rp106 miliar.

Lingkungan belajar yang sehat dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh ruang kelas, tetapi juga fasilitas dasar yang digunakan setiap hari. Hal ini menjadi landasan pelaksanaan revitalisasi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kebermanfaatan jangka panjang bagi ekosistem pendidikan dan masyarakat sekitar.

“Melalui skema swakelola, pelaksanaan revitalisasi dinilai lebih efisien, tepat waktu, akuntabel, serta melibatkan tenaga kerja dan material dari masyarakat setempat. Sehingga tidak hanya sekolahnya yang kami bangun, tetapi juga ekonominya juga terdampak dari kegiatan revitalisasi ini,” tegas Mendikdasmen dalam pidatonya saat peresmian.

Selain 4 PAUD, sekolah yang menerima manfaat meliputi 26 SD, 25 SMP, 12 SMA, 12 SMK, 2 SLB, 1 SKB, dan 1 PKBM. Transformasi terlihat nyata pada berbagai satuan pendidikan, salah satunya di SMK Kesehatan Cianjur yang kini memiliki toilet dengan desain yang ramah pengguna, jumlah bilik yang memadai, pencahayaan baik, ventilasi layak, serta material yang mudah dibersihkan.

Sela, salah satu siswa SMK Kesehatan Cianjur, mengungkapkan kegembiraannya. “Alhamdulillah, sekarang fasilitas sekolah kami jauh lebih nyaman. Musala lebih bersih untuk beribadah. Toiletnya pun terlihat mewah dan kondisinya bersih—seperti di hotel,” ujarnya dengan antusias.

Perubahan signifikan juga dialami SLB Loka Mandiri yang menerima bantuan senilai Rp1,43 miliar. Sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang membuat ruang administrasi dan kelas harus disatukan dengan sekat sederhana. Kepala sekolah Tiara Linduk Intany menyampaikan, “Setelah revitalisasi, kami memiliki ruang administrasi tersendiri, ruang kelas baru, ruang pembelajaran khusus seperti bina wicara dan sensori integrasi, serta kantin sekolah. Anak-anak terlihat sangat senang dan lebih aktif mengeksplorasi ruang belajarnya. Orang tua pun merasa lebih tenang.”

SMP Negeri 2 Sukaluyu yang sebelumnya memiliki kondisi bangunan rusak berat juga merasakan manfaat rehabilitasi. Kepala sekolah Erlina Rosinta menjelaskan, “Melalui revitalisasi tahun 2025, kami mendapatkan rehabilitasi ruang kelas dan ruang UKS baru. Bangunannya jauh lebih layak dan anak-anak sangat bahagia.”

Dampak positif juga dirasakan dari sisi murid di tingkat SMA. Dini Aulia, siswa SMAN 1 Bojongpicung, menceritakan bahwa sebelumnya kegiatan belajar harus dilakukan secara bergantian karena keterbatasan ruang, bahkan perpustakaan dan laboratorium komputer sempat difungsikan sebagai kelas. “Sekarang kami punya ruang kelas yang semestinya setelah menerima bantuan Rp3 miliar untuk pembangunan enam ruang kelas baru, ruang administrasi, dan rehabilitasi tiga ruang kelas. Belajar jadi lebih fokus dan tidak terganggu,” ungkapnya.

Anggi Nur Amalan, siswa kelas XII SMA PGRI Takokan, juga menyampaikan perubahan besar setelah sekolahnya direvitalisasi dengan anggaran Rp2,6 miliar. “Sebelumnya atap sering bocor kalau hujan. Sekarang sekolah jadi jauh lebih nyaman. Saya semakin semangat sekolah dan merasa sekolah seperti rumah kedua,” katanya.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. “Kami meyakini pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan daerah yang berdaya saing dan sejahtera. Semuanya dimulai dari komitmen membangun sumber daya manusia melalui pendidikan,” ucapnya.

Ke depan, pemerintah berkomitmen melanjutkan program ini. Pada tahun 2026, anggaran Rp14 triliun telah dialokasikan untuk 11.700 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, terdapat rencana perluasan tambahan 60 ribu satuan pendidikan sesuai arahan Presiden. “Target Bapak Presiden sebelum tahun 2029, seluruh sekolah sudah dalam keadaan baik, tidak boleh ada sekolah yang reot dan roboh,” pungkas Mendikdasmen.

Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen terus memastikan bahwa satuan pendidikan tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan bermakna bagi generasi penerus 

Tim Schoolmedia 

Lipsus Sebelumnya
SMK Kesehatan Cianjur, Rusak Dihantam Gempa, Kini Bangkit dengan Ruang Praktik Standar Industri Hasil Revitalisasi

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar