Cari

KPPPA: Orang Tua Harus Paham Pola Asuh Anak Milenial

Foto: pixabay

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengatakan orang tua harus memahami tantangan zaman milenial dan melakukan pola pengasuhan yang sesuai untuk mendidik anak-anak tersebut.

"Menjadi orang tua hari ini akan berbeda dengan orang tua 30 tahun lalu. Kita mengasuh anak punya banyak sekali ancaman baik berupa pornografi dari media sosial, teknologi informasi, pengasuhan konten-konten yang tidak mendidik untuk tumbuh kembang anak, nah ini yang dihadapi oleh orang tua saat ini," kata Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu dalam acara penandatanganan kesepakatan kerja sama perlindungan anak dengan Wahana Visi Indonesia di Kantor KPPPA, Jakarta, Jumat, 12 April 2019.

 

Baca jugaCegah Perundungan, Presiden Minta Orang Tua Sikapi Perubahan Sosial

 

Pribudiarta melanjutkan, orang tua pada zaman sekarang menghadapi tantangan yang berbeda dibanding 30 tahun lalu karena dipengaruhi perkembangan zaman, khususnya teknologi informasi serta kemudahan akses informasi lintas negara.

Ketika anak diberikan gawai, kata Pribudiarta, maka mereka akan leluasa mengakses konten-konten di dunia maya. Namun, menurutnya, yang menjadi masalah adalah ketika anak-anak terpapar konten-konten negatif seperti kekerasan dan pornografi. Maka,input itu akan dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

"Jadi untuk orang tua saya pikir sekarang ini kita harus paham bagaimana mengasuh anak di era milenial ini tadi, jadi pastikan bahwa penggunaan gadget pada anak-anak kita itu tidak berbahaya buat tumbuh kembang anak-anak," tuturnya.

 

Baca jugaPsikiater: Gawai Membuat Anak Tidak Produktif

 

Oleh karena itu, kata Pribudiarta, orang tua juga harus memperhatikan pola asuh yang tepat sesuai dengan kebutuhan pada zaman sekarang sehingga tidak membiarkan anak-anak luput dari pengawasan.

Dia menambahkan, hal yang juga pihaknya khawatirkan adalah ketika anak tidak memiliki pemahaman cukup untuk membedakan konten yang layak dan baik dikonsumsi dan mana yang tidak, serta pengendalian diri dalam penggunaan gawai agar tidak berdampak buruk bagi tumbuh kembangnya.

Lipsus Selanjutnya
Disdik Biak Fokuskan 3.051 Siswa Ikuti UNBK SMP/MTs
Lipsus Sebelumnya
Pemkab Bangka Barat Imbau Orang Tua Pantau Literasi Digital Anak

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar