Alasan Arab Saudi Beri Larangan Bekerja di Bawah Sinar Matahari

Foto: Unsplash
Schoolmedia News, Arab Saudi - Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi mengumumkan adanya larangan bekerja di bawah sinar matahari selama tiga bulan ke depan. Mulai 15 Juni 2020, tidak ada pekerjaan apapun yang dilakukan antara pukul 12.00 siang sampai pukul 15.00.
Aturan ini sudah lama berlaku dan biasa diberlakukan dari bulan Juni hingga September seperti dilansir dari Arab News, Selasa (16/6/2020). Aturan larangan kerja di siang hari ini telah berlangsung setiap tahun selama puncak musim panas. Pada periode ini, suhu udara biasanya meningkat drastis dan dikhawatir memicu risiko terkena serangan panas matahari.
Baca juga: Inggris Buka Kembali Kebun Binatang dan Bioskop Drive-in
Namun pemerintah Saudi memberikan kelonggaran bagi pegawai yang bekerja di perusahaan minyak dan gas, jasa perawatan dan petugas gawat darurat. Perusahaan hanya diwajibkan membuat upaya pencegahan. Guna memastikan kebijakan ini dijalankan perusahaan, kementerian juga akan memantau jam kerja perusahaan.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat efisiensi dan sarana pencegahan. Sehingga mengurangi cedera dan penyakit akibat kerja dan melindungi pekerja dari kecelakaan, yang akan tercermin dalam meningkatkan dan meningkatkan tingkat produksi. Keputusan itu mengecualikan sejumlah provinsi di beberapa daerah Kerajaan, karena perbedaan suhu yang menurun di beberapa daerah. Gubernur tidak memerlukan larangan bekerja pada jam-jam yang disebutkan dalam keputusan menteri.
Liputan Khusus Lainnya:
Ketahanan Siber Pendidikan Menguat, Bug Bounty Kemendikdasmen Raih Pengakuan Dunia
Bantuan Insentif Guru PAI Non-ASN dan Non-Sertifikasi Tahap II Sudah Cair
Pemerintah Siapakan Talenta SMK untuk Isi Lapangan Kerja Infrastruktur Digital di Daerah