Sumber: Politeknik Pariwisata Prima Internasional/FB
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) wilayah X mendorong perguruan tinggi swasta membuka program vokasi sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki keterampilan teknis yang siap memasuki dunia kerja setelah lulus.
"Dari semua perguruan tinggi swasta di bawah pengawasan LL Dikti X hanya lima yang politeknik," kata Kepala LL Dikti Wilayah X Prof Herri di Padang, Jumat, 29 Maret 2019.
Ia melihat saat ini semua bidang membutuhkan lulusan vokasi mulai dari teknik hingga kesehatan.
"Saya melihat kendala yang dihadapi perguruan tinggi swasta dalam mengembangkan program studi vokasi adalah mahalnya biaya yang harus dikeluarkan," kata Herri.
Baca juga: Menperin Luncurkan Pendidikan Vokasi Industri di Makassar
Ia menjelaskan, dosen yang mengajar di perguruan tinggi swasta dengan program studi vokasi, harus praktisi. Pentingnya program vokasi, kata Herri, terlihat dari usaha pemerintah dalam menjalankan revitalisasi program vokasi pada 2018.
Terkait dengan upaya meningkatkan daya serap lulusan perguruan tinggi swasta di dunia kerja, Herri menjelaskan, dulu ada program pembekalan untuk mempersiapkan lulusan agar dapat diterima di dunia kerja. Kemudian, Herri melanjutkan, salah satu yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan dunia usaha dalam bentuk program magang.
Baca juga: Pemkot Bitung-Australia Bahas Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi
Di Sumbar, kata Herri, masih minim angka serapan lulusan perguruan tinggi karena keterbatasan perusahaan yang membuka lowongan kerja. Selain itu, juga terjadi ketimpangan kurikulum.
"Saya mendengar lowongan itu ada tapi belum klop dengan kemampuan yang dimiliki lulusan perguruan tinggi sehingga ini perlu menjadi perhatian kampus," kata Herri.
Tinggalkan Komentar