Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Pendiri Google Setor Rp1,8 Triliun untuk Tolak Pajak Orang Kaya di California

author ASHAD
Aug 12, 2026 |
2 Dilihat

Schoolmedia News – Pendiri Google, Sergey Brin, dilaporkan menggelontorkan dana sekitar Rp1,8 triliun untuk mendukung kampanye penolakan terhadap rencana pajak kekayaan bagi miliarder di California, Amerika Serikat (AS).

Dana tersebut disebut digunakan untuk mendukung upaya politik yang menentang proposal pajak terhadap orang-orang dengan kekayaan sangat besar. Kebijakan yang diusulkan di California itu menjadi perhatian para miliarder Silicon Valley.

Brin, bersama Larry Page, merupakan dua pendiri Google yang membangun perusahaan tersebut di California. Keduanya kini tidak lagi menjalankan operasional harian Google, tetapi masih memiliki hubungan dengan perusahaan induknya, Alphabet.

Pajak Miliarder Capai 5 Persen

Proposal pajak yang menjadi sorotan tersebut akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5 persen dari kekayaan bersih bagi warga California yang memiliki kekayaan lebih dari 1 miliar dolar AS.

Jika diterapkan, kebijakan tersebut berpotensi menghasilkan penerimaan negara bagian dalam jumlah sangat besar. Namun, rencana tersebut juga memicu penolakan dari sejumlah miliarder yang berpotensi terkena dampaknya.

Sergey Brin disebut menjadi salah satu tokoh teknologi yang mengambil sikap menentang kebijakan tersebut. Laporan CNBC Indonesia menyebut Brin menyumbangkan US$45 juta, atau sekitar Rp764 miliar berdasarkan nilai yang digunakan dalam laporan tersebut, untuk kampanye penolakan pajak miliarder.

Miliarder Silicon Valley Mulai Bereaksi

Wacana pajak kekayaan tersebut juga mendorong sejumlah orang super kaya mempertimbangkan langkah untuk mengurangi keterikatan bisnis mereka dengan California.

Sebelumnya, sejumlah entitas yang terkait dengan Brin dilaporkan menghentikan atau memindahkan aktivitas bisnisnya dari California ke negara bagian lain. Langkah serupa juga dilakukan oleh Larry Page yang memiliki sejumlah entitas bisnis terkait di luar California.

California selama ini dikenal sebagai pusat industri teknologi AS sekaligus tempat lahirnya banyak perusahaan raksasa. Namun, tingginya pajak dan regulasi menjadi salah satu persoalan yang diperdebatkan oleh kelompok pengusaha.

Larry Page Juga Tinggalkan California?

Larry Page, rekan Brin dalam mendirikan Google, juga dilaporkan memindahkan sejumlah entitas bisnisnya dari California.

Page bahkan membeli properti di Miami, Florida. Florida menjadi salah satu negara bagian yang dikenal tidak menerapkan pajak penghasilan individu tingkat negara bagian.

Perpindahan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan migrasi orang-orang super kaya dari California apabila kebijakan pajak miliarder benar-benar diberlakukan.

Meski demikian, langkah tersebut tidak berarti Brin dan Page sepenuhnya memutus hubungan dengan California. Keduanya masih memiliki aset dan kepentingan di negara bagian tersebut.

Mengapa Pajak Ini Diperdebatkan?

Pendukung pajak miliarder menilai kekayaan orang-orang super kaya dapat menjadi sumber penerimaan untuk membiayai berbagai kebutuhan publik. Sementara pihak yang menolak khawatir kebijakan tersebut justru mendorong orang kaya dan perusahaan memindahkan aset maupun domisilinya ke negara bagian lain.

Perdebatan tersebut menjadi semakin menarik karena California merupakan salah satu pusat ekonomi dan teknologi terbesar di AS.

Jika proposal pajak tersebut berlanjut, keputusan para miliarder seperti Sergey Brin dan Larry Page dapat menjadi salah satu indikator bagaimana kelompok orang terkaya merespons perubahan kebijakan fiskal.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan pajak terhadap miliarder tidak hanya berdampak pada penerimaan pemerintah, tetapi juga dapat memengaruhi keputusan investasi, lokasi bisnis, dan domisili para pemilik kekayaan besar.

_

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/11/19090027/pendiri-google-setor-rp-18-triliun-ke-ormas-agar-tak-kena-pajak-orang-kaya

Raksasa Properti Jepang Masuk Proyek Klender, Caplok Saham APLN di Bukit Podomoro Jakarta
Berita Selanjutnya
Raksasa Properti Jepang Masuk Proyek Klender, Caplok Saham APLN di Bukit Podomoro Jakarta
author ASHAD
Aug 12, 2026
China Buka “Sekolah” untuk Robot Humanoid, Dilatih Menjalankan Pekerjaan Manusia
Berita Sebelumnya
China Buka “Sekolah” untuk Robot Humanoid, Dilatih Menjalankan Pekerjaan Manusia
author ASHAD
Aug 12, 2026

Komentar