Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak 3 Persen

author ASHAD
Aug 07, 2026 |
6 Dilihat

Schoolmedia News - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali menjadi perhatian pasar energi global. Situasi geopolitik yang memanas memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak mentah sehingga harga minyak dunia mengalami kenaikan sekitar 3 persen.

Kenaikan harga terutama dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia sehingga setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dapat memengaruhi harga minyak global.

Pada perdagangan yang menjadi perhatian pasar, harga minyak mentah Brent naik sekitar 3 persen, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan dengan persentase serupa. Pergerakan tersebut menunjukkan respons pasar terhadap meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian pasokan.

Selat Hormuz Jadi Jalur Strategis

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia. Karena itu, ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap pasar energi dan perekonomian global.

Kekhawatiran meningkat ketika aktivitas pelayaran di selat tersebut mengalami penurunan. Data pelacakan kapal sebelumnya menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun tajam di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pasar kemudian memperhitungkan risiko gangguan pasokan apabila situasi keamanan terus memburuk. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya energi dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap berbagai sektor ekonomi yang bergantung pada minyak.

Dampak Bisa Menjalar ke Ekonomi Global

Kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada pasar komoditas energi. Harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap harga berbagai barang dan jasa.

Bagi negara-negara pengimpor energi, perkembangan harga minyak dunia menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya impor dan neraca perdagangan. Fluktuasi harga energi juga dapat menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi.

Di sisi lain, pasar masih mencermati perkembangan konflik serta kondisi pelayaran di kawasan Timur Tengah. Apabila ketegangan mereda dan arus perdagangan kembali normal, tekanan terhadap harga minyak berpotensi berkurang.

Namun, jika gangguan distribusi berlangsung lebih lama, pasar energi global berpotensi menghadapi volatilitas yang lebih tinggi. Perkembangan Selat Hormuz pun akan terus menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah harga minyak dunia.

_

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/08/07/083812626/selat-hormuz-memanas-harga-minyak-dunia-melonjak-3-persen

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Green Terminal
Berita Selanjutnya
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Green Terminal
author ASHAD
Aug 07, 2026
Jelang Indonesia Vs Singapura di Piala AFF, John Herdman Ungkap Target The Lions
Berita Sebelumnya
Jelang Indonesia Vs Singapura di Piala AFF, John Herdman Ungkap Target The Lions
author ASHAD
Aug 07, 2026

Komentar