Prabowo Soroti Kualitas Pendidikan Indonesia, Singgung Perbedaan dengan Singapura
Schoolmedia News - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas pendidikan Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan Singapura. Hal tersebut disampaikan Prabowo ketika berbicara mengenai tantangan Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Prabowo mengakui bahwa hasil pendidikan Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Ia menyinggung perbandingan capaian pendidikan Indonesia dan Singapura, termasuk dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA).
Meski demikian, Prabowo meminta kondisi tersebut tidak dijadikan alasan untuk menyerah. Menurutnya, Indonesia memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks karena wilayah dan jumlah penduduknya jauh lebih besar dibandingkan Singapura.
Presiden menggambarkan perbedaan skala kedua negara sebagai salah satu faktor yang perlu diperhitungkan. Singapura merupakan negara-kota dengan wilayah relatif kecil sehingga pengelolaan sektor pendidikan dapat dilakukan dalam cakupan geografis yang lebih terbatas.
Sementara itu, Indonesia memiliki wilayah yang luas dan kondisi pendidikan yang beragam. Tantangan tersebut mencakup pemerataan kualitas sekolah, ketersediaan tenaga pendidik, infrastruktur, hingga akses pendidikan di berbagai daerah.
Prabowo menilai perbandingan dengan negara lain seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Indonesia perlu melihat apa yang berhasil dilakukan negara lain dan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan di dalam negeri.
Minta Menteri Pendidikan Evaluasi
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung peran Menteri Pendidikan. Ia menggambarkan bagaimana Menteri Pendidikan Singapura dapat menjangkau sekolah-sekolah di negaranya dalam waktu relatif singkat karena wilayahnya kecil.
Menurut Prabowo, kondisi Indonesia tentu berbeda. Luas wilayah dan jumlah sekolah yang harus ditangani membuat tantangan pengelolaan pendidikan jauh lebih besar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk tidak melakukan pembenahan.
Prabowo mendorong pemerintah untuk terus mencari cara meningkatkan mutu pendidikan nasional. Upaya tersebut penting untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang mampu bersaing dengan negara lain.
Peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia. Pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi perubahan teknologi, perkembangan ekonomi digital, serta persaingan global.
Prabowo pun menekankan pentingnya kerja keras dan evaluasi berkelanjutan. Pemerintah diharapkan tidak hanya mengejar angka atau peringkat internasional, tetapi juga memastikan perbaikan kualitas pendidikan benar-benar dirasakan siswa dan sekolah di seluruh Indonesia.
Sorotan Presiden terhadap pendidikan Indonesia dan Singapura menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kebijakan yang konsisten, pemerataan fasilitas, penguatan kualitas guru, serta dukungan terhadap peserta didik di berbagai daerah.
_
Berita Lainnya:
Pidato di Depan Peneliti BRIN, Prabowo Singgung Piala Dunia hingga Pentingnya Introspeksi
MotoGP Inggris 2026 Dimulai Hari Ini, Jorge Martin Dibayangi Empat Rival di Puncak Klasemen
Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Taklukkan Persib lewat Adu Penalti 6-5