120 Mahasiswa Asing dari 21 Negara Lulus dari UI, Tiga Raih IPK Sempurna

Schoolmedia News – Universitas Indonesia (UI) menggelar The 2026 Degree Appreciation Ceremony for UI International Students sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa internasional yang telah menyelesaikan studi mereka. Pada tahun ini, sebanyak 120 mahasiswa asing dari 21 negara dinyatakan lulus dari berbagai jenjang pendidikan di UI. Dari jumlah tersebut, 80 lulusan hadir dalam prosesi yang berlangsung di Makara Art Center, Kampus UI, Depok.
Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keberhasilan tiga mahasiswa internasional meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 atau sempurna. Prestasi tersebut mencerminkan kualitas akademik para mahasiswa asing sekaligus menunjukkan daya saing Universitas Indonesia dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi bertaraf internasional.
Para lulusan berasal dari berbagai program studi di jenjang sarjana, magister, hingga doktoral. Selama menempuh pendidikan di Indonesia, mereka tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mengenal budaya, bahasa, dan kehidupan masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan di lingkungan kampus.
Rektor UI, Heri Hermansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan internasional atas dedikasi dan kerja keras mereka selama menempuh pendidikan. Ia berharap para alumni dapat menjadi duta yang memperkenalkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global sekaligus mempererat hubungan internasional melalui jejaring alumni UI.
Keberhasilan meluluskan mahasiswa dari puluhan negara ini semakin memperkuat posisi Universitas Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi yang menjadi tujuan mahasiswa internasional. Capaian tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kualitas pendidikan tinggi Indonesia.
Berita Lainnya:
BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi, Berkerabat Dekat dengan Spesies Jepang
Update MBG: Anggaran Berpotensi Turun, Pemerintah Fokus Benahi Tata Kelola Program
Kemendikdasmen: SD Belum Masuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Minim Murid Tetap Dicarikan Solusi