Kemendikdasmen Rilis Program STEM Nasional, Patahkan Anggapan Sains Sulit dan Mahal

Schoolmedia News – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui program nasional. Program ini dirancang untuk membuat pembelajaran sains, teknologi, rekayasa, dan matematika lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
Kemendikdasmen memperkenalkan pendekatan STEM 5M, yakni Murah, Mudah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful. Pendekatan tersebut sekaligus ditujukan untuk mengubah pandangan bahwa pembelajaran STEM membutuhkan fasilitas mahal, sulit diterapkan, atau hanya dapat diikuti oleh siswa tertentu.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran STEM tidak harus menggunakan teknologi canggih. Guru dapat memanfaatkan benda, lingkungan, serta persoalan yang ada di sekitar siswa sebagai bagian dari proses belajar. Dengan cara ini, konsep sains dan teknologi diharapkan menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami.
Kemendikdasmen juga menekankan bahwa STEM bukan sekadar mengajarkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika secara terpisah. Pendekatan ini mendorong keterhubungan antardisiplin ilmu sekaligus mengajak siswa memecahkan persoalan nyata yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Program nasional tersebut diperkuat melalui pelatihan bagi calon fasilitator dan guru. Setelah mendapatkan pembekalan, para fasilitator akan membantu menyebarluaskan praktik pembelajaran STEM kepada pendidik di berbagai daerah.
Sebelumnya, Kemendikdasmen bersama mitra juga telah meluncurkan Gerakan STEM Indonesia Cerdas 2025–2027 untuk memperkuat kualitas pembelajaran STEM, memberdayakan guru, membuka akses terhadap sumber belajar digital, serta membangun ekosistem pendidikan STEM melalui kolaborasi berbagai pihak.
Melalui berbagai program tersebut, Kemendikdasmen berharap STEM semakin mudah diakses oleh seluruh murid di Indonesia dan dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang kreatif, kontekstual, serta relevan dengan kebutuhan masa depan.
_
Berita Lainnya:
Usulan Disetujui DPR, Anggaran Perpusnas 2027 Berpotensi Capai Rp725,5 Miliar
Kemendikdasmen Kirim 50 Guru SMK Magang ke Jerman, Dalami Teknologi-Energi