Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Mendikdasmen Luncurkan Gerakan PSPB, Gotong Royong Lintas Sektor Selamatkan 2,92 Juta Anak Tidak Sekolah

author Eko Schoolmedia
Jul 08, 2026 |



Schoolmedia News Jakarta = Kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Indonesia tidak pernah benar-benar kering. Di berbagai sudut Nusantara, uluran tangan dari dunia usaha, lembaga filantropi, organisasi kemasyarakatan, hingga inisiatif swadaya individu terus mengalir ke sekolah-sekolah. Namun, riak-riak kebaikan ini kerap kali bergerak dalam sunyi, berjalan sendiri-sendiri tanpa peta jalan yang padu.

Akibatnya, bantuan yang dilepaskan sering kali tumpang tindih di satu wilayah, sementara di belahan wilayah lain, potret buram ruang kelas yang lapuk, minimnya kompetensi guru, dan anak-anak yang putus sekolah tetap tak tersentuh.

Menjawab tantangan fragmentasi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah strategis dengan mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB).

Langkah ini bukan sekadar peluncuran program birokrasi baru, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk membangun ekosistem kolaborasi inklusif. Ekosistem ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, hingga organisasi internasional dalam satu wadah gotong royong yang terukur.

Hakikat Gerakan PSPB

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa hakikat dari gerakan ini bersumber pada keyakinan kultural bangsa. Kontribusi untuk pendidikan tidak semestinya diukur dari seberapa besar materi yang digelontorkan, melainkan seberapa dalam dampak dan makna yang mampu dirasakan oleh anak didik.

"’It is not about how much we give others’, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi ‘how meaningful’, seberapa besar makna yang bisa kita berikan dari pemberian kita kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu lewat Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi," ujar Abdul Mu'ti dalam arahannya di Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto pun telah memberikan restu penuh bagi Kemendikdasmen untuk menggalang kemitraan publik ini guna mempercepat akselerasi program-program strategis nasional yang termaktub dalam Asta Cita.

Mu'ti menekankan bahwa esensi pembangunan pendidikan sejati harus melampaui sekadar pembenahan fisik gedung sekolah. Sentuhan multisektor sangat krusial untuk mengubah cara berpikir (mindset) manusia dan memperkuat fondasi karakter generasi muda Indonesia.

Perlu Kerjasama Hadapi Tantangan

Tantangan riil di lapangan memang menuntut kerja yang tidak biasa. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, membeberkan bentangan data yang masif sekaligus mencemaskan.

Saat ini, Indonesia mengelola lebih dari 447.000 satuan pendidikan yang melayani lebih dari 53 juta peserta didik. Angka yang luar biasa besar ini menyisakan celah yang membutuhkan perhatian serius lintas sektoral.

Berdasarkan data kementerian, saat ini masih terdapat sekitar 2,92 juta anak yang tidak bersekolah di Indonesia. Di sisi lain, capaian literasi dan numerasi nasional juga masih memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius.

"Kontribusi terhadap pendidikan sebenarnya sudah sangat banyak, tetapi berjalan secara tersebar dengan jalurnya sendiri-sendiri. Akibatnya, dukungan belum selalu bertemu dengan kebutuhan prioritas nasional," ungkap Suharti.

Sebagai solusi praktis atas sekat-sekat informasi tersebut, pemerintah meluncurkan Ruang Mitra melalui Superaplikasi Rumah Pendidikan yang dapat diakses melalui laman resmi pspb.pendidikan.go.id.

Platform berbasis data ini dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap sekolah secara transparan, mencocokkannya dengan calon kontributor, mengoordinasikan pelaksanaan, hingga memfasilitasi pelaporan yang akuntabel.

Fokus Lima Pilar

Fokusnya terarah jelas pada lima pilar: digitalisasi pembelajaran, rehabilitasi sarana prasarana, penyediaan beasiswa, peningkatan kompetensi guru, serta penanganan anak tidak bersekolah.

Gayung bersambut, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang hadir bersama 58 mitra pembangunan lintas sektor, mengapresiasi pendekatan ini.

Menurutnya, keberlanjutan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada kekuatan ekosistem partisipasinya, bukan sekadar program top-down yang datang dan pergi. Langkah ini memperkuat kualitas kebijakan dengan membuka ruang masukan dari guru, kepala sekolah, hingga mitra pembangunan.

Pada akhirnya, Gerakan PSPB ini memanggil kembali DNA asli bangsa Indonesia: gotong royong. Di bawah payung kemitraan yang solid dan berbasis data, serpihan-serpihan kebaikan yang semula tersebar kini mulai dirajut bersama.

Ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah tugas tunggal sebuah kementerian, melainkan sebuah kerja semesta demi mewujudkan pendidikan bermutu yang merata bagi seluruh anak bangsa.

Tim Schoolmedia

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SLTA Tahun  2026 Dimulai pada 27 Juli 2026
Berita Selanjutnya
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SLTA Tahun 2026 Dimulai pada 27 Juli 2026
author Eko Schoolmedia
Jul 08, 2026
Presiden Prabowo Sambut PM Narendra Modi, Awali Kunjungan Kenegaraan
Berita Sebelumnya
Presiden Prabowo Sambut PM Narendra Modi, Awali Kunjungan Kenegaraan
author Eko Schoolmedia
Jul 07, 2026