Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Pencatutan Nama Badan Eksekutif Mahasiswa Nodai Integritas Gerakan Mahasiswa Tolak MBG

author Eko Schoolmedia
Jun 18, 2026 |


Schoolmedia News Jakarta = Marwah gerakan moral mahasiswa kembali didera isu manipulasi demi kepentingan pragmatis. Kelompok yang menamakan diri Aliansi BEM Bersatu, yang menggelar konferensi pers untuk menyatakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/6/2026), terungkap bukan merupakan representasi resmi mahasiswa aktif. Sejumlah oknum di dalamnya diketahui merupakan alumni yang bahkan tidak pernah tercatat dalam kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).


Langkah kelompok ini memicu gelombang bantahan dari sejumlah universitas yang namanya dicatut secara sepihak. Pola pemanfaatan simbol akademis—seperti jaket almamater—di tengah riuhnya aksi demonstrasi belakangan ini dinilai sebagai upaya memancing di air keruh demi meraih keuntungan pribadi.


Sorotan publik tajam mengarah pada Ahmad Ghazy, sosok yang mengklaim diri sebagai Ketua BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam rekaman video deklarasi, Ghazy tampak berdiri bersama belasan pemuda lain yang mengenakan atribut kampus. Namun, keabsahan posisinya segera dipatahkan oleh komunitas internal akademis.


M. Gofahrul Ikhsan, seorang alumni UNJ, mengungkapkan bahwa Ghazy sebenarnya merupakan alumni angkatan 2020 yang telah menyelesaikan studinya pada tahun akademik 2023/2024. Selama masa perkuliahan, Ghazy juga disebut tidak pernah aktif dalam organisasi BEM. "Sangat disayangkan, tidak pernah masuk BEM tiba-tiba mewakili organisasi atas kepentingan pribadi. Ini mencederai perjuangan adik-adik mahasiswa yang murni turun ke jalan," ujar Gofahrul melalui akun media sosialnya.


Bantahan resmi segera dikeluarkan oleh pengurus BEM Fakultas Psikologi (FPsi) UNJ periode 2026. Dalam taklimat medianya, BEM FPsi UNJ menegaskan tidak pernah memberikan mandat atau izin penggunaan nama organisasi kepada Ghazy. Pihak organisasi membenarkan status Ghazy sebagai alumni, sehingga seluruh pandangan yang disampaikannya bersifat pribadi. BEM FPsi UNJ kini mendesak yang bersangkutan untuk meminta maaf secara terbuka atas pelanggaran etik serius ini.


Penolakan Massal

Manipulasi informasi ini kian benderang setelah tiga BEM dari universitas berbeda serentak mengeluarkan klarifikasi. Selain UNJ, BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (FTI UBSI) turut menyatakan sikap keras. Mereka menegaskan tidak pernah mengirimkan perwakilan ataupun memberikan mandat dalam konferensi pers tersebut. Pihak UBSI bahkan menyatakan tidak memiliki pengurus maupun anggota bernama "Ahmad" sebagaimana yang tertera dalam daftar rilis aliansi.


Sikap tegas juga diambil oleh BEM Institut STIAMI. Nama Rezky Anandar yang mengklaim hadir sebagai perwakilan dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI dipastikan fiktif. Manajemen organisasi mahasiswa STIAMI menegaskan bahwa lembaga dengan nama fakultas tersebut sama sekali tidak ada di dalam struktur kelembagaan kampus mereka.


Penggunaan identitas palsu dan pencatutan institusi kemahasiswaan ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pengamat sosial. Upaya merekayasa dukungan publik dengan memanfaatkan simbol kampus dinilai sebagai taktik usang yang tidak hanya membohongi masyarakat, tetapi juga mengerdilkan nalar kritis serta independensi yang selama ini menjadi ruh gerakan mahasiswa Indonesia dalam mengawal kebijakan negara.

Tim Schoolmedia

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026
Berita Selanjutnya
Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026
author Eko Schoolmedia
Jun 18, 2026
Mahasiswa UGM Sebut Pembubaran Diskusi Pejabat di GIK sebagai Puncak Kekecewaan Struktural
Berita Sebelumnya
Mahasiswa UGM Sebut Pembubaran Diskusi Pejabat di GIK sebagai Puncak Kekecewaan Struktural
author Eko Schoolmedia
Jun 18, 2026