Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Harapan yang Kembali Menyala di Sekolah Rakyat Tabanan, Ucapkan Terimakasih Kepada Presiden

author Eko Schoolmedia
Jun 08, 2026 |


Schoolmedia News Denpasar = Di halaman Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026), suasana berbeda terasa sejak pagi. Deretan kursi tersusun rapi, siswa mengenakan seragam sederhana, dan sejumlah orangtua berdiri dengan wajah penuh harap. Hari itu, Presiden Prabowo Subianto hadir—bukan sekadar meninjau, melainkan mendengarkan.

Kehadiran Kepala Negara membuka ruang bagi cerita-cerita yang selama ini tersembunyi di balik keterbatasan. Di hadapan Presiden, para siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat menyampaikan kisah perjuangan mereka—tentang mimpi yang sempat terhenti, tentang keinginan sederhana untuk bisa belajar, dan tentang harapan yang kembali tumbuh.

Bagus, salah seorang calon siswa, berdiri dengan suara bergetar. Ia mengaku tak memiliki cukup kata untuk menggambarkan rasa syukurnya. Program Sekolah Rakyat, baginya, bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan pintu yang selama ini tertutup bagi keluarganya.

“Untuk Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Keluarga kami jadi sangat terbantu. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi,” ujarnya lirih, menahan haru.

Di balik ungkapan sederhana itu, tersimpan realitas yang dihadapi banyak keluarga: pendidikan sering kali menjadi kemewahan. Bagi Bagus, kesempatan untuk bersekolah adalah sesuatu yang dulu terasa jauh.

Cerita lain datang dari Rizky, seorang siswa yang kini duduk di bangku Sekolah Rakyat. Dengan percaya diri, ia berdiri di depan Presiden dan para tamu. Namun, kepercayaan diri itu bukan sesuatu yang ia miliki sejak awal.

“Saya pas SD itu enggak bisa membaca,” katanya jujur.

Keterbatasan tersebut perlahan berubah sejak ia bergabung dengan Sekolah Rakyat. Melalui pendampingan guru, wali asuh, dan wali asrama, Rizky belajar dari dasar—huruf demi huruf, kata demi kata. Hingga akhirnya, ia mampu membaca dengan lancar.

Di hadapan Presiden, Rizky pun menunjukkan kemampuannya. Suaranya lantang, pelafalannya jelas. Momen itu menjadi bukti bahwa intervensi yang tepat dapat mengubah arah kehidupan seorang anak.

Tak hanya siswa, para orangtua juga merasakan dampak kehadiran program ini. Ni Nyoman Martini, ibu dari Kadek Dewi Lestari, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih karena putrinya kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

“Terima kasih, Pak. Anak saya sudah mau masuk sekolah,” tuturnya singkat.

Menjadi Guru Penari 

Kadek Dewi Lestari sendiri memiliki cita-cita yang unik: menjadi guru penari. Di tengah keterbatasan, ia tetap memelihara impian. Presiden Prabowo yang mendengar langsung cita-cita itu memberikan pesan sederhana namun bermakna, agar ia belajar dengan sungguh-sungguh.

“Belajar yang baik ya,” ujar Presiden.

Kalimat singkat tersebut seolah menjadi penguat bagi anak-anak yang selama ini berjalan dengan langkah ragu.

Kisah paling menyentuh datang dari Ni Kadek Aryani, remaja berusia 15 tahun. Setelah lulus sekolah dasar, ia harus berhenti sekolah selama dua tahun. Faktor ekonomi memaksanya menunda mimpi.

“Saya kepingin sekali dari dulu sekolah,” ungkapnya.

Kesempatan itu datang ketika petugas Sekolah Rakyat mendatangi rumahnya. Tawaran untuk kembali bersekolah disambut tanpa ragu. Bagi Aryani, ini adalah kesempatan kedua yang tak ingin ia sia-siakan.

Kini, harapan yang sempat padam mulai menyala kembali. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas hadirnya program tersebut.

Di SRMP 17 Tabanan hari itu, pendidikan tidak lagi sekadar wacana kebijakan. Ia hadir dalam bentuk nyata: ruang kelas, guru yang membimbing, dan kesempatan yang terbuka.

Lebih dari itu, pendidikan menjelma menjadi harapan—yang hidup dalam suara Bagus, keberanian Rizky, cita-cita Kadek, dan tekad Aryani. Dan di hadapan Presiden, harapan-harapan itu menemukan tempat untuk didengar.

Tim Schoolmedia

Belajar dari Mangrove: Cara Sekolah Membentuk Karakter Peduli Lingkungan
Berita Selanjutnya
Belajar dari Mangrove: Cara Sekolah Membentuk Karakter Peduli Lingkungan
author Eko Schoolmedia
Jun 08, 2026
Retorika Pembangunan Karakter di Tengah Rapuhnya Fondasi Pemuda
Berita Sebelumnya
Retorika Pembangunan Karakter di Tengah Rapuhnya Fondasi Pemuda
author Eko Schoolmedia
Jun 05, 2026