Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Bukan Sekadar Rekor MURI, SAIH Pamekasan Jadi Fondasi Karakter Pelajar Sejak Usia Dini

author Eko Schoolmedia
May 25, 2026 |


Merajut Karakter di Bumi Garam: Menanam Kebiasaan Hebat sejak Usia Dini

PAMEKASAN, PAUDPEDIA – Mentari pagi baru saja menyembul di ufuk timur Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (24/5/2026). Namun, keriuhan telah memecah kesunyian kota.

Sebanyak 24.000 pasang kaki kecil tampak berloncatan lincah, mengikuti ritme dinamis Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH). Riuh rendah tawa anak-anak berpadu dengan sorak bangga para guru dan orang tua yang memadati tribun, menciptakan harmoni yang menggetarkan hati.

Acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat kabupaten ini bukan sekadar seremoni musiman. Hari itu, hamparan hijau lapangan stadion menjadi saksi tercatatnya sebuah sejarah baru di Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai pelaksana SAIH dengan peserta terbanyak di Tanah Air. Namun, di balik megahnya piagam rekor tersebut, esensi utama yang sedang ditenun adalah masa depan karakter bangsa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, yang hadir dan turut berbaur di tengah lautan murid, menegaskan bahwa pencapaian rekor ini harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan watak anak didik.

Di hadapan puluhan ribu pelajar, ia menyuarakan pentingnya implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta penanaman nilai-nilai moral melalui Ikrar Pelajar Indonesia.

Indonesia Emas Sejak Usia Dini 

“Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud tanpa ikhtiar yang sungguh-sungguh dari kita semua. Kita membutuhkan semangat, optimisme, dan kerja keras yang konkret untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dan tangguh, tetapi juga mampu berdaya saing di kancah global,” ujar Abdul Mu'ti dengan nada tegas.

Bagi sang Menteri, fondasi dasar dari transformasi ini bertumpu pada hal-hal sederhana yang kerap terlupakan. Melalui pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia yang kini diwajibkan dalam upacara bendera, murid-murid diajak untuk kembali menghidupkan lima pilar utama: belajar dengan tekun, menghormati orang tua, takzim kepada guru, rukun dengan sesama teman, serta menumbuhkan cinta yang mendalam pada tanah air.

"Modal untuk menjadi generasi hebat kalian harus memiliki pola pikir yang maju, mental kuat, dan bersungguh-sungguh dalam belajar," tambah Mu'ti, menatap ribuan wajah masa depan di hadapannya.

Pendidikan karakter memang tidak bisa tumbuh di ruang hampa. Ia membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Di sudut lapangan, Adelia Rahmawati, murid kelas rendah dari SDN Larangan Badung 1, menyeka keringat di dahinya dengan wajah berbinar. Rasa lelahnya menguap digantikan kegembiraan karena bisa berolahraga bersama ribuan teman dari berbagai sekolah yang belum pernah ia temui sebelumnya.

“Suasana senam kali ini sangat beda dari yang biasa kami lakukan di lapangan sekolah. Senang sekali rasanya bisa bergerak bersama-sama di stadion besar ini dan bertemu banyak teman baru,” tutur Adelia polos.

Antusiasme anak-anak ini menjadi cerminan keberhasilan stimulasi fisik dan mental di sekolah. Masrafah, seorang guru di SDN Larangan Tokol 1, mengisahkan bagaimana SAIH telah bertransformasi menjadi ritual wajib setiap hari Jumat di lembaganya.

Gerakan senam yang dirancang khusus tersebut terbukti efektif membangun kedisiplinan dan keceriaan anak sebelum memulai proses belajar mengajar.

“Puji syukur, hari ini kami bisa menjadi bagian dari pemecahan rekor MURI. Anak-anak didik kami sangat bersemangat, bahkan beberapa di antaranya sudah tiba di stadion jauh lebih awal demi bersiap. Namun yang terpenting, kami selalu mengetuk pintu kesadaran para orang tua agar nilai-nilai 7 KAIH ini juga dilanjutkan dan diterapkan secara konsisten di rumah,” kata Masrafah menekankan pentingnya sinergi sekolah-keluarga.

Harapan serupa menggelayut di pundak para orang tua murid. Wulandari Utami Putri, yang mendampingi putrinya, Shaquina Dynar Malaika, murid TK ABA Waru Pamekasan, tidak dapat menyembunyikan rasa haru sekaligus bangganya. Menonton putrinya yang masih belia begitu fasih memperagakan setiap detail gerakan senam memunculkan optimisme baru di hatinya.

“Bangga sekali melihat Dynar begitu bersemangat sejak subuh. Saya melihat sendiri bagaimana aktivitas positif seperti ini memberikan dampak nyata yang sangat baik bagi tumbuh kembang dan pembentukan mentalitas anak saya,” ungkap Wulandari.

Saat fajar mulai meninggi di Bumi Garam Madura, riuh senam boleh saja berakhir dan ribuan massa perlahan meninggalkan stadion. Namun, gema ikrar dan komitmen 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang telah diucapkan puluhan ribu anak di Pamekasan hari itu diharapkan terus meresap, mengakar, dan tumbuh menjadi pemandu arah menuju Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan berkarakter.

Penyunting: Eko B Harsono 


Puncak Hardiknas di Jatim Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Murid Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat
Berita Selanjutnya
Puncak Hardiknas di Jatim Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Murid Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat
author Eko Schoolmedia
May 25, 2026
Kepala Sekolah Diingatkan Pembangunan Revitalisasi Sekolah Tidak Dilakukan Pihak Ketiga Atau Kontraktor Harus Swakelola
Berita Sebelumnya
Kepala Sekolah Diingatkan Pembangunan Revitalisasi Sekolah Tidak Dilakukan Pihak Ketiga Atau Kontraktor Harus Swakelola
author Eko Schoolmedia
May 23, 2026