Banjir Beruntun di Empat Wilayah: Alarm Kesiapsiagaan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

JAKARTA, Schoolmedia News — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat berdurasi lama memicu gelombang bencana hidrometeorologi basah di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang akhir pekan ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan empat kejadian banjir signifikan yang melanda wilayah Jawa Tengah, Riau, Banten, dan Sumatera Utara pada periode Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026).
Dampak buruk bencana ini tidak hanya merusak ratusan rumah dan infrastruktur publik, tetapi juga menelan korban jiwa.
Di Kota Semarang, Jawa Tengah, curah hujan yang sangat tinggi memicu jebolnya tanggul Sungai Plumbon dan meluapnya Sungai Silandak pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB. Akibatnya, banjir bandang menerjang enam kelurahan di tiga kecamatan, yaitu Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan. Tinggi muka air (TMA) dilaporkan mencapai 20 hingga 150 sentimeter.
Bencana di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini merenggut nyawa seorang warga berjenis kelamin perempuan yang terseret arus banjir. Korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Jumat malam dan langsung dibawa ke pihak berwenang untuk proses identifikasi oleh Tim Inafis Polrestabes Semarang.
Sementara itu, satu warga lanjut usia berumur 75 tahun dilaporkan hilang dan hingga Sabtu siang masih dalam proses pencarian intensif di wilayah Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa selain korban jiwa, banjir di Semarang juga merusak fisik lingkungan secara masif. “Petugas mencatat satu rumah warga rusak berat, dua titik tanggul jebol, serta 389 keluarga atau sekitar 1.302 jiwa terdampak langsung,” ujarnya di Jakarta.
Sebanyak 76 warga terpaksa diungsikan ke Balai RW 4 Kelurahan Kembangarum. Sebagai langkah darurat, BPBD Kota Semarang telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik makanan kepada para pengungsi.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Luapan Sungai Kuantan akibat curah hujan tinggi merendam 10 desa di tiga kecamatan, yakni Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Hilir, dan Inuman. Sebanyak 324 keluarga terdampak, dan genangan air turut merendam fasilitas publik seperti dua kantor desa, tiga sekolah, serta dua tempat ibadah. Akses jalan sepanjang setengah kilometer pun sempat lumpuh total sebelum air perlahan surut pada Sabtu pagi.
Wilayah Barat Pulau Jawa
Sementara itu di wilayah barat Pulau Jawa, Kabupaten Lebak, Banten, diterjang kombinasi hujan lebat dan angin kencang berdurasi lebih dari empat jam. Hal ini menyebabkan enam sungai utama, termasuk Sungai Peucangpari dan Cisimet, meluap serentak. Sebanyak 14 desa di lima kecamatan terendam dengan ketinggian air hingga 60 sentimeter. Kerusakan infrastruktur di Lebak tergolong parah, meliputi kerusakan satu bendungan irigasi, ambrolnya dinding penahan jalan desa sepanjang 20 meter, serta terendamnya 50 hektare lahan pertanian produktif milik warga.
Di Sumatera Utara, banjir kilat juga sempat merendam permukiman di Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai. Meskipun luapan air setinggi beberapa puluh sentimeter itu berdampak pada 857 jiwa, kondisi dilaporkan cepat membaik dan surut pada hari yang sama tanpa memaksa warga mengungsi.
Menyikapi eskalasi bencana hidrometeorologi ini, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan. Fenomena cuaca yang fluktuatif menuntut kesiapan mitigasi struktural maupun nonstruktural di tingkat tapak.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai diimbau memantau tinggi muka air secara berkala. Jika hujan lebat turun terus-menerus dalam durasi lama, warga disarankan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman sebelum akses jalan terputus. Penyusunan rencana darurat keluarga dan penyiapan tas siaga bencana menjadi instrumen krusial yang harus disosialisasikan kembali demi meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.
Tim Schoolmedia
Berita Lainnya:
MA Tolak Kasasi Dr Taufik, Momentum Memutus Rantai Perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis
7 Menteri Sahkan Regulasi Terintegrasi Kecerdasan Artifisial dan Tata Kelola AI Pendidikan
Implementasikan SPMB "Ramah" Pemda, Guru dan Sekolah Bergerak Bersama Layani Masyarakat