Cari

Peluncuran ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap: Langkah Strategis Membangun Masa Depan Anak Usia Dini Asia Tenggara


Peluncuran ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap: Langkah Strategis Membangun Masa Depan Anak Asia Tenggara

JAKARTA Schoolmedia News=;Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia bersama Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SEAMEO akan meluncurkan dokumen strategis bertajuk ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) in Southeast Asia pada Kamis, 9 April 2026. Acara bersejarah ini bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja komprehensif sebagai acuan perencanaan dan pengembangan pendidikan serta pengasuhan anak usia dini di tingkat nasional maupun regional.

Peluncuran yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Kemendikdasmen ini akan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berlangsung pukul 10.00 - 11.30 WIB, diikuti dengan Sidang Pleno pada pukul 12.45 - 16.15 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat tinggi pemerintah, perwakilan negara anggota ASEAN, lembaga internasional, akademisi, hingga organisasi mitra.

Berdasarkan data konfirmasi kehadiran per tanggal 7 April 2026, total undangan yang tercatat mencapai 137 orang, dengan 113 orang telah mengonfirmasi kehadiran. Para undangan berasal dari beragam latar belakang, termasuk pejabat Kemendikdasmen, kementerian dan lembaga terkait lainnya, perwakilan negara anggota ASEAN (Governing Board Member), pusat-pusat SEAMEO, universitas, serta mitra pembangunan seperti UNICEF, World Bank, dan berbagai organisasi masyarakat sipil. Kehadiran media nasional dan internasional juga dipastikan akan meliput jalannya acara ini.

Rangkaian Acara yang Penuh Makna

Acara dimulai dengan pembukaan yang diiringi lagu Indonesia Raya, Lagu Kebangsaan ASEAN, dan Mars SEAMEO. Sebagai bentuk apresiasi terhadap masa kanak-kanak, ditampilkan pula tarian anak yang membawakan suasana hangat dan penuh semangat. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video yang menyoroti perjalanan penyusunan roadmap serta praktik baik implementasi pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Dalam sesi sambutan, Direktur Jenderal PAUD dan Dikdasmen, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., akan menyampaikan laporan mengenai proses penyusunan dokumen ini. Pernyataan penting juga akan disampaikan oleh perwakilan tinggi dari Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SEAMEO, yang menandai komitmen kuat kedua organisasi regional tersebut terhadap kemajuan ECCE.

Puncak acara akan ditandai dengan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi peluncuran resmi roadmap tersebut. Setelah peluncuran, dilakukan penyerahan dokumen roadmap secara simbolis kepada perwakilan negara-negara Asia Tenggara serta mitra pembangunan, sebagai tanda kesepakatan bersama untuk mengimplementasikan isi dokumen tersebut.

Tujuh Area Kunci Transformasi ECCE

Dokumen ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap ini dirancang dengan sangat detail dan memuat tujuh area kunci (Key Areas) yang menjadi fokus utama pengembangan hingga tahun-tahun mendatang. Ketujuh area tersebut adalah:

1. Memperluas Akses Layanan ECCE: Bertujuan menjamin akses yang adil dan inklusif terhadap layanan berkualitas, termasuk bagi anak-anak dari kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan pengungsi.

2. Meningkatkan Kualitas Program dan Pengalaman Belajar: Menyelaraskan standar regional dengan standar global, serta mempromosikan pendekatan pembelajaran yang berbasis bermain, inklusif, dan berbasis hak anak.

3. Memperkuat Tenaga Pendidik dan Pengasuh: Membangun tenaga kerja yang kompeten, dihargai, dan didukung dengan baik melalui profesionalisme serta kesempatan pengembangan karir yang setara.

4. Memperkuat Tata Kelola dan Kemitraan: Mendorong koordinasi lintas sektor, kementerian, dan lembaga serta melibatkan peran serta pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

5. Memberdayakan Orang Tua dan Pengasuh: Membekali orang tua dengan pengetahuan, keterampilan pengasuhan, dan kebijakan pendukung agar dapat terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak.

6. Memanfaatkan Teknologi Digital: Menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan sesuai usia untuk memperluas akses dan memperkaya pengalaman belajar.

7. Mobilisasi Sumber Daya Keuangan: Menguatkan dan mendiversifikasi pembiayaan yang berkelanjutan untuk mendukung seluruh program ECCE.

Komitmen Bangun Generasi Emas 

Peluncuran roadmap ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keseriusan negara-negara di Asia Tenggara dalam memandang pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Dengan adanya panduan bersama ini, diharapkan setiap negara dapat merumuskan kebijakan yang lebih terarah, terintegrasi, dan selaras dengan visi regional, sehingga setiap anak di kawasan ini memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dan masyarakat luas, ASEAN berharap dapat menciptakan sistem pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang tangguh, berkualitas, dan berkeadilan bagi masa depan yang lebih cerah.

Penulis : Eko B Harsono 


Berita Selanjutnya
Rakor dan Advokasi Program Prioritas Kemendikdasmen Atip Latipulhayat: “Sinergi Pusat-Daerah Kunci Wujudkan PAUD Berkualitas”
Berita Sebelumnya
Presiden instruksikan Optimalisasi Peran Kampus dalam Tata Kota dan Perumahan

Berita Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar