Cari

TKA SD dan SMP 2026 Digelar April, Kemendikdasmen: Pemetaan Mutu, Bukan Penentu Kelulusan


TKA SD dan SMP 2026 Digelar April, Kemendikdasmen: Pemetaan Mutu, Bukan Penentu Kelulusan

Schoolmedia News JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menetapkan jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026. Tes nasional ini dijadwalkan berlangsung pada April mendatang dan ditegaskan bukan sebagai syarat atau penentu kelulusan peserta didik.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Prof. Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan secara nasional. Menurutnya, fokus utama dari asesmen ini adalah untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai kemampuan akademik murid di seluruh Indonesia guna perbaikan kualitas pembelajaran.

“TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan berbasis data,” ujar Toni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (15/1).

Jadwal dan Tahapan Pelaksanaan

Berdasarkan linimasa yang dirilis Kemendikdasmen, rangkaian TKA 2026 akan dimulai dengan pendaftaran peserta yang dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Setelah proses pendaftaran, para siswa akan mengikuti gladi bersih pada 9-17 Maret 2026 untuk memastikan kesiapan teknis dan pemahaman mekanisme tes.

Pelaksanaan inti TKA dibagi menjadi dua gelombang utama. Jenjang SMP akan melaksanakan tes terlebih dahulu pada 6-16 April 2026, disusul oleh jenjang SD pada 20-30 April 2026. Bagi siswa yang berhalangan hadir pada jadwal utama karena alasan mendesak, pemerintah menyediakan jadwal TKA susulan pada 11-17 Mei 2026.

Tahap akhir berupa pengolahan hasil akan dilakukan pada 18-23 Mei, dan pengumuman hasil secara nasional dijadwalkan pada 24 Mei 2026.

Instrumen Pemetaan Mutu

Toni menambahkan bahwa hasil TKA akan memberikan informasi penting bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah. Dengan mengetahui kondisi riil proses belajar mengajar di lapangan, intervensi pendidikan yang dirancang diharapkan bisa lebih tepat sasaran.

“Hasil asesmen ini akan dimanfaatkan oleh sekolah untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif. Dengan data yang akurat, kebijakan peningkatan mutu pendidikan dapat dirancang lebih berkelanjutan sesuai kebutuhan unik setiap murid di berbagai daerah,” tambahnya.

Persiapan Siswa Melalui Platform Digital

Guna membantu siswa bersiap tanpa tekanan berlebih, Kemendikdasmen menyediakan fasilitas belajar mandiri. Para murid dapat mengenal bentuk soal dan berlatih melalui laman "Ayo Coba TKA" serta fitur "Ruang Murid" pada platform Rumah Pendidikan. Platform ini menyediakan berbagai contoh soal dan materi pendukung yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

Pemerintah berharap TKA 2026 dapat berjalan lancar dengan dukungan dari pemerintah daerah serta satuan pendidikan. Koordinasi terus diperkuat untuk memastikan asesmen ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi memberikan manfaat nyata bagi transformasi kualitas pendidikan di Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan TKA 2026 akan disampaikan secara berkala melalui dinas pendidikan setempat dan kanal informasi resmi Kemendikdasmen.

Tim Schoolmedia 

Berita Selanjutnya
Layanan Hemodialisis dan Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Aceh Tamiang Mulai Beroperas
Berita Sebelumnya
Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

Berita Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar