
Schoolmedia News Jakarta = Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muâti menegaskan pentingnya penguatan karakter dan nasionalisme di lingkungan sekolah sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan saat meresmikan sejumlah Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah rampung 100 persen dalam kunjungan kerja di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Mewujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan #RukunSamaTeman" ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mensosialisasikan kebijakan strategis terkait kedisiplinan dan pembiasaan positif di sekolah. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah kewajiban pelaksanaan upacara bendera setiap minggu sebagai tindak lanjut amanat Presiden Prabowo Subianto.
Dalam arahannya, Abdul Muâti mengulas kembali arahan Presiden Prabowo Subianto saat kegiatan retret menteri di Magelang beberapa waktu lalu. Presiden menekankan bahwa jiwa patriotisme harus dipupuk sejak dini melalui simbol-menerima negara dan disiplin organisasi di sekolah.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan yang sangat tegas bahwa seluruh satuan pendidikan, baik di bawah naungan Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama, diwajibkan menyelenggarakan upacara bendera setiap satu minggu sekali. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menanamkan rasa cinta tanah air dan menghormati jasa pahlawan di hati setiap anak didik kita," ujar Muâti di hadapan para guru, kepala sekolah, dan pejabat daerah di Garut.
Muâti menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar sekolah menjadi laboratorium persemaian nilai-nilai Pancasila. Dengan berdiri tegak di lapangan upacara dan menghormat kepada sang saka Merah Putih, siswa diharapkan memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang kuat dan berdaulat.
Selain penguatan nasionalisme, Mendikdasmen memaparkan telah diterbitkannya Surat Edaran Bersama (SEB) antara tiga kementerian, yakni Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. Kerja sama lintas sektoral ini merumuskan gerakan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat".
Gerakan ini akan dikampanyekan secara masif dan diinternalisasi ke dalam kurikulum serta kegiatan ekstrakurikuler. Tujuh kebiasaan tersebut mencakup perilaku spiritual, disiplin, gemar membaca, hidup bersih dan sehat, tenggang rasa, kreativitas, serta kemandirian.
"Kita ingin tujuh kebiasaan ini tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi napas kehidupan sehari-hari siswa. Jika ini menjadi karakter yang melekat, maka visi sekolah yang aman, nyaman, dan rukun akan terwujud dengan sendirinya tanpa perlu paksaan," tambahnya.
Strategi Mendikdasmen Mewujudkan Pendidikan yang Aman dan Nyaman
Memasuki awal semester genap tahun ajaran 2025/2026, Mendikdasmen juga secara resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Pada Hari Pertama Semester Genap.
Surat edaran ini menginstruksikan seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, hingga menengah, untuk melaksanakan kegiatan "Pagi Ceria" secara serentak pada hari pertama masuk sekolah sesuai kalender pendidikan daerah masing-masing.
Rangkaian kegiatan "Pagi Ceria" dirancang untuk mencairkan suasana dan membangun optimisme antara guru dan murid setelah libur panjang. Dimulai pukul 07.00 waktu setempat, rangkaian kegiatan terdiri dari:
Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH): Untuk menjaga kebugaran fisik siswa.
Upacara Bendera: Sebagai bentuk penguatan kebangsaan.
Doa Bersama: Dilaksanakan sesuai ajaran dan kepercayaan masing-masing untuk penguatan aspek religiusitas.
Menyanyikan Lagu "Hari Baru": Sebuah lagu penyemangat untuk menumbuhkan kekompakan dan energi positif di awal semester.
"Untuk anak-anakku semuanya, marilah kita memasuki semangat semester dua di tahun 2026 ini dengan cita-cita dan semangat tinggi. Jangan lupa kita berusaha untuk melakukan yang terbaik. It is not how good you are, but how good you want to be," pesan Muâti menyitir kutipan motivasi yang populer.
Beliau menekankan bahwa prestasi bukan hanya tentang kecerdasan intelektual saat ini, melainkan tentang keinginan kuat untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik. "Hormati guru, sayangi teman. Itulah kunci keberhasilan kalian di masa depan," tegasnya.
Kunjungan ke Garut ini juga menandai selesainya proyek revitalisasi sejumlah Satuan PAUD di wilayah tersebut. Peresmian yang dilakukan di SMPN 1 Tarogong Kaler melambangkan integrasi pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah.
Abdul Muâti mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Garut yang telah memastikan pembangunan fisik satuan PAUD mencapai 100 persen. Fasilitas yang memadai diyakini akan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sejalan dengan kampanye #RukunSamaTeman untuk mencegah perundungan (bullying) di sekolah.
"Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak. Ruang kelas yang bagus harus diimbangi dengan suasana batin yang rukun. Kita tidak ingin ada lagi kekerasan di sekolah. Kampanye #RukunSamaTeman adalah komitmen kita bersama agar setiap anak berangkat ke sekolah dengan senyuman dan pulang dengan ilmu serta kebahagiaan," kata Muâti.
Untuk mempermudah sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan ini, Kemendikdasmen telah menyediakan kanal digital yang dapat diakses oleh publik. Masyarakat dan pihak sekolah dapat mengunduh panduan pelaksanaan "Pagi Ceria" dan salinan Surat Edaran melalui laman resmi kementerian.
Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 2 Tahun 2026:
https://www.kemendikdasmen.go.id/pengumuman/14478-surat-edaran-mendikdasmen-nomor-2-tahun-2026 Musik dan Gerakan Senam SAIH:
https://s.id/senam_SAIH Lagu Hari Baru:
https://s.id/laguharibaru
Pemerintah berharap, dengan kolaborasi antara kebijakan pusat, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi aktif satuan pendidikan, kualitas manusia Indonesia melalui jalur pendidikan formal dapat mengalami lompatan signifikan di tahun 2026 ini.
Menutup kunjungannya, Abdul Mu'ti sempat meninjau ruang kelas dan berdialog dengan beberapa siswa, memberikan motivasi agar mereka terus tekun belajar demi meraih cita-cita setinggi langit. Kegiatan di SMPN 1 Tarogong Kaler ini diakhiri dengan penandatanganan prasasti peresmian satuan PAUD se-Kabupaten Garut.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar