Gorontalo Akan Tambah Sekolah Kejuruan Kesehatan

Ilustrasi perawat, Ilus: Eommina/Pixabay
Schoolmedia News, Gorontalo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, berencana menambah jumlah sekolah kejuruan kesehatan.
"Jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) kesehatan di daerah ini masih sangat minim, belum mencapai tiga unit sekolah, padahal daerah ini sangat memerlukan tenaga kesehatan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Ridwan Yasin, di Gorontalo, Selasa, 11 Februari 2020.
Hal itu ia ungkapkan saat kegiatan temu muka yayasan dengan warga sekolah dan pencanangan hari ulang tahun "milad" ke-25 Miftahul Huda di Kecamatan Kwandang.
Ridwan mengatakan, selain itu, pihaknya akan terus meningkatkan infrastruktur di sektor pendidikan, di antaranya fasilitas ruang kelas baru dan lainnya.
Baca juga: Cegah Korupsi, Kemenkeu Kawal Dana Transfer ke Daerah
Pemkab, kata Ridwan melanjutkan, dipastikan menambah jumlah sekolah kesehatan sebagai upaya memenuhi jumlah tenaga kesehatan yang diperlukan di seluruh sarana kesehatan yang dimiliki.
"Kita sementara jajaki rencana tersebut, termasuk berkoordinasi dengan dinas terkait di pemerintahan provinsi," ujarnya.
Baca juga: Persentase Dana BOS Meningkat untuk Gaji Guru, Ini Permintaan Legislator!
Semakin banyak jumlah sekolah kesehatan di daerah ini, khususnya SMK kesehatan, kata Ridwan, akan memudahkan dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan daerah.
Yayasan Miftahul Huda pun, kata dia, diharapkan ikut berkontribusi menghasilkan SDM berkualitas di bidang kesehatan.
Berita Lainnya:
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa Serumpun
Dapodik Jadi Penentu Utama Program Prioritas Pendidikan Digitalisasi Pembelajaran dan Revitalisasi, Sekolah Diminta Jujur
Sidang MK Ungkap Borok MBG: Dana Pendidikan Dibajak oleh Proyek Politik, Guru dan Murid jadi Korban