3 Kesalahan Umum Saat Menggunakan Hand Sanitizer

Foto: Unsplash
Schoolmedia News, Jakarta – Sejumlah langkah telah dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus Corona. Anjuran menjaga kebersihan tangan terus menerus digalakkan pemerintah dan WHO. Salah satu langkah yang diancurkan adalah mencuci tangan dengan menggunakan sabun cuci tangan atau produk antiseptik lainnya.
Namun, ada kalanya ketika kita kesulitan mendapatkan akses mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka penggunaan hand sanitizer dapat menjadi alternatif. Hand sanitizer menjadi produk yang paling banyak dicari dan dibawa kemanapun sejak pandemi. Hand sanitizer adalah cairan atau gel yang umumnya digunakan untuk mengurangi patogen pada tangan.
Pemakaian penyanitasi tangan berbasis alkohol lebih disukai daripada mencuci tangan menggunakan sabun dan air pada berbagai situasi di tempat pelayanan kesehatan. Metode ini dirasa paling nyaman untuk menjaga kebersihan tangan sangat berpergian, terutama ketika kamu tidak bisa menemukan air dan sabun. Sayangnya, masih banyak orang menggunakan hand sanitizer dengan cara yang kurang tepat. Berikut kesalahan umum saat menggunakan hand sanitizer dilansir dari Huff Post, Rabu (22/7/2020).
Baca juga: 4 Mitos Masker di Era Pandemi COVID-19 yang Wajib Kamu Ketahui
1. Tidak menggunakan hand sanitizer dengan cukup
Centers For Disease Control and Prevention menyatakan bahwa hand sanitizer harus digunakan dengan cukup untuk membersihkan seluruh permukaan tangan. Terlalu banyak lebih baik daripada terlalu sedikit. Setidaknya aplikasikan selama 20 sampai 30 detik. Kamu harus benar-benar memastikan seluruh permukaan tangan dibersihkan dengan hand sanitizer.
2. Tidak menunggu hand sanitizer yang diaplikasikan mengering
Menggosok tangan dengan hand sanitizer selama 20 detik berfungsi untuk menunggunya mengering. Hand sanitizer harus diberikan waktu bekerja untuk menonaktifkan bakteri dan virus tertentu.
3. Menjadikan hand sanitizer sebagai pengganti aktivitas cuci tangan
Walaupun hand sanitizer penting saat ini, namun tidak akan dapat menggantikan aktivitas cuci tangan. Mencuci tangan dengan air dan sabun akan selalu menjadi cara yang lebih baik untuk mematikan virus dan bakteri yang menempel.
Artikel Lainnya:
Beasiswa Semen Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Kuliah Gratis di UISI hingga Lulus
Pos Indonesia Buka 15 Posisi Magang Nasional 2026, Terbuka untuk Berbagai Jurusan
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa Banpin 2026, Mahasiswa D4 dan S1 Berpeluang Kuliah Gratis hingga Lulus