Tren 'Real Food' dan Rebusan di Kalangan Gen Z: Pilihan Gaya Hidup Sehat atau Sekadar Ajang Ikut-Ikutan?
JAKARTA – Di tengah gempuran makanan cepat saji (fast food) dan jajanan tinggi minyak, belakangan ini muncul fenomena menarik di kalangan generasi muda (Gen Z). Pilihan kuliner seperti umbi-umbian rebus, jagung kukus, telur rebus, hingga hidangan berkuah bening kini justru semakin diminati dan ramai diunggah di berbagai platform media sosial.
Pergeseran selera kuliner ini menandai adanya peningkatan kesadaran akan pola hidup sehat (healthy lifestyle), sekaligus respons terhadap tingginya kasus gangguan pencernaan dan penyakit metabolisme di usia muda.

Mengapa Makanan Rebusan Mulai Digemari?
Beberapa faktor utama yang mendorong populernya konsumsi makanan olahan rebus atau kukus di kalangan Gen Z meliputi:
- Kesadaran 'Clean Eating' dan Perawatan Diri (Self-Care):
Banyak anak muda mulai menyadari dampak konsumsi gorengan berlebih terhadap kesehatan kulit (seperti jerawat) dan stamina tubuh. Makanan rebusan dianggap sebagai opsi clean eating yang lebih ramah bagi tubuh.
- Praktis dan Ramah di Kantong:
Bagi mahasiswa maupun pekerja muda, mengolah bahan makanan dengan cara direbus atau dikukus jauh lebih hemat waktu, hemat minyak goreng, dan ekonomis secara biaya harian.
- Pengaruh Tren Konten 'Mukbang' dan 'Meal Prep':
Video pembuatan bekal sehat (meal prep) serta ulasan kuliner sehat di media sosial memberikan stigma baru bahwa makanan rebusan tidak lagi identik dengan "makanan orang tua" atau "makanan orang sakit", melainkan pilihan yang keren dan estetis.
Manfaat Kesehatan dari Teknik Memasak Rebus
Dari sudut pandang nutrisi, mengolah makanan dengan cara merebus atau mengukus memiliki sejumlah keunggulan signifikan:
- Menjaga Kandungan Nutrisi: Proses mengukus atau merebus dengan suhu terukur dapat mempertahankan kadar vitamin dan mineral tanpa menambah lemak jenuh dari minyak goreng.
- Mempermudah Kerja Sistem Pencernaan: Makanan rebusan umumnya lebih lembut dan kaya serat alami, sehingga mencegah masalah lambung seperti asam lambung (GERD) dan sembelit.
- Membantu Menjaga Berat Badan Ideal: Bebas dari tambahan kalori minyak goreng, hidangan rebusan menjadi pilihan utama dalam menjaga atau menurunkan berat badan secara alami.
Catatan Agar Tetap Bertenaga dan Seimbang
Meskipun sangat menyehatkan, para ahli gizi mengingatkan agar pola makan ini tetap memperhatikan keseimbangan gizi seimbang. Mengonsumsi makanan rebusan tidak hanya berfokus pada karbohidrat sederhana (seperti singkong atau ubi saja), tetapi wajib dilengkapi dengan asupan protein (seperti telur, dada ayam, atau tahu/tempe) serta sayuran hijau agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi secara optimal.
Artikel Lainnya:
Bukan Cuma Nilai Rapor: 5 'Soft Skills' Krusial yang Paling Dicari di Dunia Kerja dan Perguruan Tinggi
Febrie Adriansyah Mengaku Mundur dari Jabatan Jampidsus karena Diminta
Menghadapi Musim Pancaroba dan Cuaca Ekstrem: Panduan Kesiapsiagaan Bencana untuk Keluarga