BRIN dan LPDP Buka Beasiswa Doctor by Research, Ini Skema dan Fasilitas yang Ditawarkan

Schoolmedia News Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka Beasiswa Doctor by Research bagi talenta riset Indonesia. program ini ditujukan untuk mencetak lebih banyak doktor yang berfokus pada penelitian di bidang-bidang strategis nasional guna memperkuat ekosistem riset dan inovasi Indonesia.
Beasiswa Doctor by Research merupakan program doktor berbasis riset (research-based doctoral program), di mana mahasiswa menempuh pendidikan S3 dengan fokus utama pada kegiatan penelitian dibandingkan perkuliahan reguler. program ini diperuntukkan bagi lulusan S1/D4 melalui jalur fast track maupun lulusan S2 yang ingin melanjutkan studi doktor dengan skema single degree. masa pendanaan diberikan hingga 48 bulan untuk jalur doktor reguler, sementara jalur fast track dapat memperoleh pendanaan hingga 60 bulan.
Riset yang didanai difokuskan pada berbagai bidang prioritas nasional, antara lain kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi (AI dan semikonduktor), hilirisasi dan industrialisasi, pertahanan, material dan manufaktur maju, energi, serta maritim. dengan fokus tersebut, pemerintah berharap hasil riset para penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan daya saing Indonesia.
Penerima beasiswa memperoleh pembiayaan yang cukup lengkap. selain biaya pendaftaran dan uang kuliah, program ini juga menanggung biaya penelitian disertasi, tunjangan buku, seminar internasional, publikasi jurnal internasional, biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, visa (untuk studi luar negeri), hingga tunjangan keluarga bagi mahasiswa doktor sesuai ketentuan program.
Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia, termasuk aparatur sipil negara (ASN), dengan pengecualian CPNS serta anggota TNI dan Polri. pendaftar yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional sesuai ketentuan LPDP dapat langsung mengikuti seleksi substansi tanpa harus mengikuti Seleksi Bakat Skolastik, sehingga proses seleksi menjadi lebih singkat.
Seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni seleksi administrasi, Seleksi Bakat Skolastik, dan seleksi substansi. seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi LPDP dengan melampirkan dokumen akademik, sertifikat kemampuan bahasa asing, proposal riset, serta persyaratan lain sesuai ketentuan program.
Melalui kolaborasi BRIN dan LPDP, pemerintah berharap semakin banyak peneliti muda Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi berkelas dunia. program ini tidak hanya mendukung peningkatan jumlah lulusan doktor, tetapi juga memperkuat kapasitas riset nasional agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Artikel Lainnya:
Tak Lolos SNBP atau SNBT? Masih Ada Peluang Kuliah di PTN Lewat Jalur Ini
10 Kampus Swasta Terbaik Indonesia 2026 Versi Tiga Pemeringkatan Dunia, Bisa Jadi Referensi Calon Mahasiswa