Sekolah dan Obsesi Kampus Negeri, Saat Reputasi Diukur dari Nama PTN

Schoolmedia News Jakarta - Setiap musim pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), media sosial sekolah dipenuhi unggahan siswa yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN). nama-nama kampus ternama terpampang besar di spanduk, baliho, hingga unggahan Instagram sekolah. Namun, di balik euforia tersebut muncul pertanyaan: mengapa sekolah begitu terobsesi dengan kampus negeri? fenomena ini dinilai bukan semata-mata karena kualitas pendidikan PTN yang diakui masyarakat, tetapi juga berkaitan erat dengan citra dan reputasi sekolah. banyak masyarakat masih menganggap jumlah lulusan yang diterima di PTN sebagai indikator utama keberhasilan sebuah sekolah. semakin banyak siswa lolos ke kampus negeri, semakin tinggi pula prestise sekolah di mata calon peserta didik dan orang tua.
Akibatnya, berbagai program di sekolah sering kali difokuskan untuk mempersiapkan siswa menghadapi seleksi masuk PTN. mulai dari bimbingan belajar, try out, hingga pendampingan intensif menjelang ujian masuk perguruan tinggi menjadi agenda rutin, terutama bagi siswa kelas akhir. strategi tersebut dianggap mampu meningkatkan peluang kelulusan sekaligus memperkuat rekam jejak sekolah. selain sebagai tolok ukur mutu, keberhasilan siswa masuk PTN juga menjadi alat promosi yang efektif. data lulusan yang diterima di universitas negeri kerap ditampilkan dalam brosur, media sosial, maupun kegiatan promosi penerimaan peserta didik baru. Reputasi tersebut diyakini mampu menarik minat calon siswa untuk memilih sekolah tersebut dibandingkan sekolah lain.
Budaya kompetisi antarsekolah turut memperkuat fenomena ini. tidak sedikit sekolah berlomba meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di PTN sebagai bentuk pencapaian institusi. persaingan tersebut mendorong sekolah menjadikan keberhasilan masuk perguruan tinggi negeri sebagai target utama yang harus dicapai setiap tahun. di sisi lain, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur hanya dari jumlah siswa yang diterima di PTN. banyak perguruan tinggi swasta memiliki kualitas akademik, fasilitas, dan jaringan industri yang tidak kalah kompetitif. selain itu, keberhasilan lulusan juga dipengaruhi oleh kemampuan, pengalaman, karakter, dan kompetensi yang dimiliki, bukan sekadar nama almamater.
Pengamat pendidikan menilai sekolah perlu memberikan apresiasi yang sama terhadap seluruh capaian peserta didik, baik yang melanjutkan ke PTN, perguruan tinggi swasta, pendidikan vokasi, maupun dunia kerja. pendekatan tersebut dinilai lebih mencerminkan tujuan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi setiap individu, bukan hanya mengejar angka statistik kelulusan di perguruan tinggi negeri. dengan perubahan paradigma tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadi ruang yang mendukung beragam pilihan masa depan siswa. sebab, kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh status perguruan tinggi negeri atau swasta, melainkan oleh kompetensi, integritas, dan kemampuan untuk terus berkembang di dunia yang terus berubah.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://mojok.co/terminal/kenapa-sih-sekolah-negeri-terobsesi-dengan-kampus-negeri/
Artikel Lainnya:
Perpusnas RI, Ruang Publik Serba Ada: Lebih dari Sekadar Tempat Membaca
Menjelajahi Wajah Baru TIM, Harmoni Seni, Arsitektur, dan Alam di Jantung Jakarta
Toko Merah, Raksasa Bersejarah yang Masih "Tertidur" di Kota Tua Jakarta