Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Menghapus Budaya Feodal di Sekolah, Membangun Lingkungan Belajar yang Lebih Setara

author Andeliyumna
Jul 15, 2026 |
19 Dilihat

Schoolmedia News Jakarta - Budaya feodal masih menjadi tantangan yang kerap ditemukan di lingkungan pendidikan Indonesia. meski sering dianggap sebagai tradisi atau bagian dari kedisiplinan, sejumlah praktik di sekolah dinilai menciptakan hubungan yang tidak setara antara guru dan peserta didik. kondisi ini memunculkan perdebatan mengenai pentingnya membangun budaya sekolah yang lebih demokratis, humanis, dan saling menghargai. salah satu contoh yang sering disorot adalah adanya aturan yang hanya berlaku bagi siswa, sementara guru tidak menjalankan ketentuan serupa. misalnya, siswa diwajibkan menuntun kendaraan ketika memasuki area sekolah, sedangkan guru tetap diperbolehkan mengendarai kendaraan hingga tempat parkir. perbedaan perlakuan tersebut dinilai dapat memberikan pesan bahwa aturan tidak berlaku sama bagi semua warga sekolah.

Selain itu, di beberapa sekolah masih ditemukan kebiasaan siswa membersihkan ruang guru sebagai tugas rutin. padahal, pendidikan karakter seharusnya dibangun melalui keteladanan. jika kebersihan menjadi tanggung jawab bersama, seluruh warga sekolah, termasuk tenaga pendidik, idealnya ikut berpartisipasi menjaga lingkungan kerja masing-masing. persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah kesenjangan fasilitas antara ruang kelas dan ruang guru. tidak sedikit sekolah yang menyediakan fasilitas lengkap di ruang guru, sementara ruang belajar siswa masih minim kenyamanan. padahal, ruang kelas merupakan tempat utama berlangsungnya proses pembelajaran sehingga layak menjadi prioritas dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Hubungan antara guru dan siswa juga dinilai perlu dibangun berdasarkan rasa saling menghormati, bukan sekadar hierarki. kebiasaan meminta siswa melakukan pekerjaan pribadi, seperti membeli makanan atau keperluan lain saat jam istirahat, dapat mengurangi waktu istirahat peserta didik sekaligus menciptakan relasi yang kurang sehat di lingkungan sekolah. di sisi lain, penerapan disiplin yang tidak seimbang juga menjadi sorotan. siswa umumnya menerima sanksi tegas ketika melanggar aturan, sementara kesalahan yang dilakukan guru terkadang tidak mendapatkan evaluasi yang sama. padahal, budaya akuntabilitas penting diterapkan kepada seluruh warga sekolah agar tercipta rasa keadilan dan kepercayaan.

Pakar pendidikan menilai bahwa sekolah idealnya menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan nilai kesetaraan, tanggung jawab, dan keteladanan. guru tetap memiliki kewibawaan sebagai pendidik, tetapi kewibawaan tersebut dibangun melalui integritas, profesionalisme, dan sikap yang mampu menjadi contoh bagi peserta didik, bukan melalui hubungan yang bersifat feodal. membangun budaya sekolah yang lebih inklusif bukan berarti menghilangkan rasa hormat kepada guru. sebaliknya, penghormatan akan tumbuh secara alami ketika hubungan antara guru dan siswa didasarkan pada keteladanan, komunikasi yang sehat, serta penerapan aturan yang adil bagi semua pihak. dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter demokratis bagi generasi masa depan.

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber: https://mojok.co/terminal/kebiasaan-feodal-di-sekolah-yang-harus-segera-dibasmi/

Sekolah dan Obsesi Kampus Negeri, Saat Reputasi Diukur dari Nama PTN
Artikel Selanjutnya
Sekolah dan Obsesi Kampus Negeri, Saat Reputasi Diukur dari Nama PTN
author Andeliyumna
Jul 15, 2026
Perpusnas RI, Ruang Publik Serba Ada: Lebih dari Sekadar Tempat Membaca
Artikel Sebelumnya
Perpusnas RI, Ruang Publik Serba Ada: Lebih dari Sekadar Tempat Membaca
author Andeliyumna
Jul 14, 2026