Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Menyemai Kreator Solusi Masa Depan lewat Kompetisi Kecerdasan Artifisial pada LKS dan OSN Dikmen 2026

author Eko Schoolmedia
Jun 18, 2026 |



Schoolmedia News Jakarta = Pemerintah terus memacu kesiapan generasi muda Indonesia dalam menghadapi gelombang teknologi digital global. Langkah strategis ini diwujudkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional dengan menggelar Sosialisasi Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial pada ajang Lomba Kompetensi Siswa dan Olimpiade Sains Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026, Senin (15/6/2026).

Kolaborasi yang dijalin bersama Cakrawala University dan Merkle Innovation ini menjadi tonggak krusial untuk membangun pemahaman yang utuh di tingkat sekolah, guru, hingga Dinas Pendidikan di seluruh daerah. Sosialisasi ini bukan sekadar urusan teknis kompetisi, melainkan sebuah gerakan terstruktur untuk mengenalkan kebijakan, mekanisme, dan tahapan ajang yang berfokus pada teknologi masa depan tersebut.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menegaskan pentingnya pendekatan yang inklusif, adaptif, dan partisipatif dalam pengembangan kecerdasan buatan (KA) di lingkungan sekolah. Menurut dia, sistem pendidikan nasional dituntut bergerak lebih cepat melampaui kurikulum konvensional.

”Pendidikan tidak hanya menyiapkan murid untuk lulus sekolah, tetapi juga menyiapkan mereka menghadapi dunia yang bahkan belum ada hari ini. Karena itu, kami ingin mendorong murid Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta solusi berbasis kecerdasan artifisial melalui ekshibisi ini,” ujar Muchlas.

Lebih jauh, Muchlas menuturkan bahwa ekshibisi ini diharapkan menjadi inkubator lahirnya generasi pencari solusi (problem solver), inovator, peneliti, serta pembangun sistem KA (builder). Ruang lingkup tantangan yang dibidik pun sangat membumi, mulai dari pemecahan masalah di sektor pendidikan, pertanian, kesehatan, lingkungan hidup, aksesibilitas disabilitas, penguatan UMKM, hingga digitalisasi pelayanan publik. Kendati demikian, aspek etika dan tanggung jawab tetap menjadi koridor utama agar teknologi yang lahir bersifat aman, adil, dan transparan.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa kebutuhan kompetensi digital mutakhir ini mendesak untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem pembinaan talenta nasional. Belajar dari pengalaman mengirimkan delegasi ke International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) tahun lalu, Puspresnas kini memperluas jangkauan kompetisi dengan memasukkannya ke dalam jalur LKS Dikmen untuk siswa kejuruan. Langkah ini bertujuan agar persiapan sekolah dan murid jauh lebih matang.

Dukungan serupa datang dari akademisi. Rektor Cakrawala University, Alim Anggono, mengutarakan komitmennya dalam memperkuat fondasi talenta muda sejak dini. ”Kami berharap program ini berjalan optimal dan menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem pembinaan talenta kecerdasan artifisial di tanah air,” kata Alim.

Antusiasme tinggi mulai menjalar di kalangan siswa daerah. Annisa Rahmayanti, siswa SMK Negeri 1 Tarakan, Kalimantan Utara, mengaku sangat tertantang menguji kemampuannya dalam skema studi kasus LKS Dikmen yang mewajibkan setiap tim merancang aplikasi solutif atas masalah riil di masyarakat.

Rangkaian kompetisi bergengsi ini membuka pendaftaran sepanjang Juni hingga Juli 2026 melalui portal resmi BPTI. Bagi jalur LKS, babak final nasional akan diselenggarakan di Jakarta pada akhir Juli. Sementara itu, untuk jalur OSN Dikmen, babak final dijadwalkan berlangsung di Malang, Jawa Timur, pada September mendatang. Para finalis terbaik tidak hanya mendapatkan penghargaan nasional, tetapi juga berkesempatan mengikuti seleksi ketat dan pembinaan intensif menuju ajang IOAI di tingkat dunia.

Tim Schoolmedia

Merajut Asa di Kursi Belakang: Saat Sekolah Swasta Tak Lagi Jadi Pelengkap
Artikel Selanjutnya
Merajut Asa di Kursi Belakang: Saat Sekolah Swasta Tak Lagi Jadi Pelengkap
author Eko Schoolmedia
Jun 18, 2026
Nasib 1.023 Calon Dokter Terkatung-katung, Komnas HAM Desak Evaluasi Sistemik
Artikel Sebelumnya
Nasib 1.023 Calon Dokter Terkatung-katung, Komnas HAM Desak Evaluasi Sistemik
author Eko Schoolmedia
Jun 17, 2026