ITB dan BRIN Uji Coba Robot Bawah Air (ROV) Hasil Riset Multidisplin di Perairan Kepulauan Seribu

Schoolmedia News Jakarta - Tim penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan uji coba robot bawah air di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026. Robot bawah air atau Remotely Operated Vehicle (ROV) ini merupakan produk dari penelitian bertajuk βDEEP-UNDER ROV: Development of Experimental and Exploratory Photogrammetry for Supporting Underwater Archaeological Studies Using Remotely Operated Vehicleβ yang didanai oleh Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB sejak 2025 melalui Program Penelitian Dosen Muda.
Tim yang dipimpin Hilton Tnunay, Ph.D. dari Kelompok Keahlian/Keilmuan Teknik Komputer, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini terdiri atas anggota penelitian dari berbagai bidang ilmu, seperti Teknik Geodesi dan Geomatika, Teknik Mesin, hingga Arkeologi. Penelitian ini juga dilaksanakan melalui hubungan erat antara ITB dengan INSA Strasbourg, Prancis, serta HCU Hamburg, Jerman.
Pengembangan robot bawah air dilaksanakan sebagai bagian dari Tugas Akhir dalam bentuk Capstone Project yang dikerjakan oleh tiga mahasiswa Teknik Elektro tingkat sarjana, Ibrahim H. Mulyana, Riswandha Mashuri, dan Wafi A. Yasin sejak pertengahan tahun 2025, dan didukung oleh Matthew Troy Putra, S.T. selaku mahasiswa Teknik Elektro tingkat magister.
Robot bawah air ini didesain untuk dapat beroperasi hingga kedalaman sampai dengan 50 meter di bawah air serta melaksanakan tugas pemetaan objek di bawah air menggunakan teknik fotogrametri.
Terlepas dari berbagai batasan cuaca dan hambatan operasional, robot dapat berfungsi dengan baik hingga kedalaman sekitar 20 meter serta mendapatkan rekaman gambar di dasar perairan dengan kualitas yang baik.
Berbagai pengembangan lanjutan masih perlu dilaksanakan agar robot dapat melaksanakan pemetaan objek bawah air secara akurat di masa yang akan datang.
βRobot bawah air yang kami uji ke perairan Kepulauan Seribu kali ini merupakan hasil iterasi ketiga dari penelitian yang telah dilaksanakan sejak awal 2025. Banyak lesson learned yang tidak akan kami dapatkan jika tidak melakukan pengujian secara langsung di lapangan,β ujar Hilton.
βPengujian masih kami batasi pada musim pancaroba untuk menghindari kondisi cuaca ekstrem. Bagaimanapun, penting untuk melaksanakan pengujian robot bawah air di laboratorium secara komprehensif untuk menguji kekuatan motor-motornya ketika harus melawan arus serta ketahanan struktur ketika gelombang datang,β ujar Gabriella Alodia, Ph.D. dari Teknik Geodesi dan Geomatika ITB yang juga merupakan anggota dari penelitian tersebut.
Pengujian lanjutan akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026 dengan target memetakan satu dari tiga bangkai kapal yang terdapat di perairan Kepulauan Seribu.
βJika kita bisa melakukan pemetaan serta pemodelan objek arkeologi bawah air secara detail, kita tidak hanya dapat mengetahui kondisi objek tersebut untuk mendukung kebutuhan pariwisata, namun kita juga dapat melaksanakan penelitian terkait penyebab tenggelamnya obyek tersebut pada masanya. Dalam hal ini, kita dapat memprediksi apa yang menyebabkan kapal tersebut karam,β ujar Dr. Harry O. Sofian dari Pusat Riset Arkeometri BRIN.
Tim Schoolmedia
Sumber : Siaran Pers Humas Badan Riset Nasional dan ITBΒ
Artikel Lainnya:
Beasiswa Semen Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Kuliah Gratis di UISI hingga Lulus
Pos Indonesia Buka 15 Posisi Magang Nasional 2026, Terbuka untuk Berbagai Jurusan
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa Banpin 2026, Mahasiswa D4 dan S1 Berpeluang Kuliah Gratis hingga Lulus