Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Kemendikdasmen Dorong Bunda PAUD Kota Makassar Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Advokasi PAUD HI

author Eko Schoolmedia
May 26, 2026 |


Kemendikdasmen Dorong Bunda PAUD Kota Makassar Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Advokasi PAUD HI

PAUDPEDIA Jakarta — Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) bukanlah tanggung jawab Dinas Pendidikan semata, melainkan agenda bersama lintas sektor. Penegasan tersebut disampaikan oleh Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dr. Abdul Kahar, M.Pd., saat melakukan kunjungan Identifikasi Praktik Baik PAUD HI pada Pemerintah Daerah dan Satuan PAUD di PAUD TK Negeri Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florintina, serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dr. A. Shinta Pratiwi.

Dalam arahannya, Abdul Kahar meluruskan persepsi keliru di lapangan yang selama ini menganggap urusan PAUD sepenuhnya dibebankan kepada sektor pendidikan. Padahal, pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini mencakup aspek yang sangat luas, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, hingga pengasuhan dan perlindungan.

"Lahir persepsi yang luar biasa di lapangan seolah-olah penanggung jawabnya hanya Dinas Pendidikan. Padahal, ini adalah tanggung jawab bersama. Kita harus melihat masing-masing peran dinas, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan maupun Dinas Kesehatan, untuk bergerak bersama," ujar Abdul Kahar.

Tiga Masalah Kesehatan Krusial Anak

Ia mengapresiasi kehadiran Puskesmas yang melakukan pemeriksaan kesehatan berkala langsung di lokasi acara. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, Abdul Kahar mengungkapkan ada tiga persoalan kesehatan krusial yang paling banyak ditemukan pada anak usia dini saat ini dan harus segera diantisipasi:

 Kerusakan Gigi: Dipicu oleh kurangnya kontrol terhadap jajanan anak di sekitar sekolah.

 Gangguan Penglihatan (Mata):Dampak dari paparan gawai l(gadget) yang berlebihan.

 Gangguan Pendengaran.

"Melalui momentum pengembangan PAUD HI ini, kita harus menyetop tiga masalah kesehatan yang terlanjur merusak ini agar masa depan anak-anak kita jauh lebih baik," tegasnya.

Sambutan Hangat Bunda PAUD

Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat atas terpilihnya Kota Makassar sebagai salah satu lokus kunjungan identifikasi praktik baik ini. 

Menurutnya, agenda ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan strategi inovasi, dukungan kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor yang inklusif, ramah anak, dan berkelanjutan.

"Perkembangan PAUD HI ini berbicara tentang pemenuhan seluruh kebutuhan esensial anak secara menyeluruh dan terpadu. Mulai dari layanan pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan kesejahteraan, hingga lingkungan yang aman," kata Melinda.

Melinda berharap tim pusat dapat melihat langsung implementasi delapan indikator layanan esensial PAUD HI yang telah dijalankan bersama antara Pemerintah Kota Makassar, pendidik, orang tua, serta mitra lintas sektor. 

Ia menyadari sepenuhnya bahwa menyukseskan program ini memerlukan keterlibatan banyak pihak. Keberhasilan PAUD HI tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, komunitas masyarakat, serta keluarga sebagai hubungan utama dan pertama bagi anak. 

“Oleh karena itu, kami terus mendorong penguatan koordinasi ini agar layanan dapat diberikan secara optimal, merata, dan berkesinambungan," lanjutnya.

Wajib Belajar Prasekolah dan Kearifan Lokal

Selain isu kesehatan dan kolaborasi, Abdul Kahar juga menyoroti kesiapan daerah dalam menyambut kebijakan Wajib Belajar (Wajar) 1 Tahun Prasekolah yang mulai didorong pemerintah. 

Ia meminta Dinas Pendidikan mengawal sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) agar berjalan objektif tanpa syarat usia yang kaku di jenjang SD jika anak tersebut telah melalui kesiapan prasekolah yang matang.

Di akhir arahan, Abdul Kahar berharap Kota Makassar dapat menjadi barometer dan percontohan praktik baik pelaksanaan PAUD HI di Sulawesi Selatan.

"Saya mengimbau satuan PAUD untuk konsisten mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta memperkuat aktivitas parenting dengan mengangkat kearifan lokal," pungkas Abdul Kahar yang diamini oleh harapan Melinda Aksa agar kegiatan ini melahirkan banyak pembelajaran untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, bahagia, dan berkarakter.

Peliput : Eko B Harsono 



Kemen PPPA: Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Mendesak Diterapkan di Sekolah, Hasil Survei Ungkap Masalah Diskriminasi
Artikel Sebelumnya
Kemen PPPA: Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Mendesak Diterapkan di Sekolah, Hasil Survei Ungkap Masalah Diskriminasi
author Eko Schoolmedia
May 25, 2026