Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Pemerintah dan Swasta Berkolaborasi Perkuat Mutu serta Karakter Pendidikan Nasional

author Eko Schoolmedia
May 25, 2026 |


Pemerintah dan Swasta Berkolaborasi Perkuat Mutu serta Karakter Pendidikan

DEPOK, Schoolmedia News — Pemerintah terus berupaya mengikis ketimpangan mutu pendidikan antarsekolah di Indonesia dengan merangkul penyelenggara pendidikan swasta sebagai mitra strategis. Langkah kolaboratif ini dinilai krusial untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas sekaligus membentuk integritas dan jati diri kebangsaan peserta didik di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat meresmikan Sekolah Bakti Mulya 400 di Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026). Kehadiran lembaga pendidikan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan nasional melalui model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga penanaman nilai-nilai karakter luhur.

Abdul Mu’ti mengungkapkan, realitas sosiologis pendidikan di Tanah Air saat ini masih memperlihatkan disparitas yang cukup lebar. Di satu sisi, terdapat sekolah-sekolah dengan fasilitas megah dan jumlah pendaftar yang melimpah. Namun, di sisi lain, masih banyak sekolah yang mengalami kekurangan murid secara ekstrem.

Ketimpangan Kondisi Pendidikan 

Menurut Mu'ti, ketimpangan kondisi lapangan tersebut menuntut adanya tata kelola pendidikan yang inklusif dan saling menguatkan. Sekolah swasta tidak boleh dipandang sebagai kompetitor, melainkan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang berjalan beriringan dengan sekolah negeri.

“Saya sering mengatakan jika sekolah swasta adalah mitra pemerintah. Baik sekolah elite maupun sekolah yang sederhana, semuanya memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas,” ujar Mu’ti.

Semangat kemitraan ini, lanjut Mu’ti, sejalan dengan amanat Pasal 5 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Regulasi tersebut menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, standardisasi mutu harus merata tanpa memandang status kepemilikan lembaga.

Pemerintah sendiri saat ini tengah menjalankan kebijakan penguatan ekosistem pendidikan melalui sejumlah langkah taktis. Di antaranya meliputi revitalisasi sarana dan prasarana yang rusak, akselerasi digitalisasi sekolah, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru secara bertahap.

Kendati demikian, Mu'ti mengingatkan agar institusi pendidikan tidak terjebak pada pemenuhan aspek kognitif semata. Proses pembelajaran tidak boleh direduksi hanya untuk mendidik anak-anak terampil mengerjakan soal ujian atau menguasai keterampilan teknokratik yang kaku.

“Pendidikan harus mampu membentuk integritas, rasa nasionalisme, dan komitmen kuat untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Pilihan untuk mewujudkan generasi yang unggul menuju Indonesia yang kuat dan bermartabat adalah melalui pendidikan yang berkualitas,” kata Mu’ti, mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara khusus mengapresiasi pendekatan Sekolah Bakti Mulya 400 yang dinilai berhasil mengintegrasikan kompetensi global dengan kepribadian khas Indonesia. Pendekatan ini dipandang sebagai model yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Bakti Mulya 400 Sutrisno Muslimin menjelaskan, pengembangan kampus baru di Depok ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman melalui tiga pilar capaian utama siswa, yakni religius, nasionalis, dan internasionalis.

Sutrisno memaparkan bahwa nilai religiusitas diimplementasikan secara substantif pada pembentukan akhlak, kejujuran, disiplin, dan empati sosial, bukan sekadar ritual formal. Adapun pilar nasionalisme ditekankan pada penumbuhan kesadaran siswa untuk mencintai dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

“Sementara dimensi internasionalis dipahami sebagai kesiapan peserta didik untuk menjadi warga dunia yang kompetitif, namun tanpa sedikit pun kehilangan jati diri dan akar budaya bangsanya,” tutur Sutrisno.

Tim Schoolmedia 


Kemen PPPA: Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Mendesak Diterapkan di Sekolah, Hasil Survei Ungkap Masalah Diskriminasi
Artikel Selanjutnya
Kemen PPPA: Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Mendesak Diterapkan di Sekolah, Hasil Survei Ungkap Masalah Diskriminasi
author Eko Schoolmedia
May 25, 2026
Apresiasi Pendidikan Jogja 2026 Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Artikel Sebelumnya
Apresiasi Pendidikan Jogja 2026 Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
author Eko Schoolmedia
May 23, 2026