Mitos atau Fakta? Mengajarkan Anak Multibahasa Ternyata Tidak Menyebabkan Speech Delay
Schoolmedia News Jakarta – Banyak orang tua masih percaya bahwa mengenalkan lebih dari satu bahasa kepada anak sejak dini dapat menyebabkan speech delay atau keterlambatan berbicara. Anggapan ini kerap membuat orang tua ragu membiasakan anak menggunakan dua atau lebih bahasa di rumah. Namun, para ahli menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos dan tidak didukung oleh bukti ilmiah.
Menurut pakar perkembangan anak, speech delay merupakan kondisi ketika kemampuan bicara anak berkembang lebih lambat dibandingkan tahapan usianya. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari gangguan pendengaran, gangguan perkembangan, faktor neurologis, hingga kurangnya stimulasi bahasa. Paparan lebih dari satu bahasa bukanlah penyebab utama keterlambatan bicara.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan multibahasa memang membutuhkan waktu untuk memproses lebih dari satu sistem bahasa. Akibatnya, mereka terkadang mencampurkan kosakata dari dua bahasa atau tampak memiliki perbendaharaan kata yang lebih sedikit dalam satu bahasa. Namun, jika dihitung secara keseluruhan, jumlah kosakata yang mereka kuasai umumnya setara dengan anak yang hanya mempelajari satu bahasa.
Selain tidak menyebabkan speech delay, mengenalkan lebih dari satu bahasa sejak usia dini justru memberikan berbagai manfaat. Anak multibahasa cenderung memiliki kemampuan berpikir yang lebih fleksibel, lebih mudah mempelajari bahasa baru, memiliki daya ingat yang lebih baik, serta lebih terampil dalam memecahkan masalah. Masa usia dini juga dikenal sebagai periode emas perkembangan bahasa sehingga otak anak lebih mudah menyerap berbagai kosakata dan pola bahasa.
Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan perkembangan bahasa anak sesuai usianya. Apabila hingga usia sekitar dua tahun anak belum mampu mengucapkan sekitar 50 kata bermakna atau belum mulai menyusun dua kata sederhana, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Penanganan sejak dini akan membantu mengoptimalkan perkembangan kemampuan komunikasi anak.
Para ahli menyarankan agar orang tua tetap konsisten dalam memberikan stimulasi bahasa. Membacakan buku, mengajak anak berdialog, bernyanyi, serta bermain bersama menjadi cara efektif untuk memperkaya kemampuan berbahasa. Jika keluarga menggunakan lebih dari satu bahasa, setiap bahasa dapat dikenalkan secara alami dan konsisten agar anak terbiasa memahami perbedaan penggunaannya.
Dengan demikian, orang tua tidak perlu khawatir mengajarkan anak lebih dari satu bahasa. Yang terpenting adalah memberikan lingkungan komunikasi yang aktif, penuh interaksi, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak sehingga kemampuan berbahasanya dapat berkembang secara optimal.
_
Artikel Lainnya:
20 PTN Terbaik Indonesia Versi Webometrics Juli 2026, Siapa Berhasil Tempati Peringkat Teratas?
BRIN dan LPDP Buka Dua Skema Beasiswa Doktor 2026, Dukung Peneliti Tempuh Studi S3
Pemilihan Duta DPD RI 2026 Dibuka, Lulusan SMA Berkesempatan Jadi Wakil Daerah