
Peringati Hardiknas 2026, Direktorat PAUD Kick Off Pendaftaran Aksi Ilmuwan Cilik
Schoolmedia News JAKARTA – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Pendidikan yang merupakan rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melakukan kick off pendaftaran "Aksi Ilmuwan Cilik (AIC) Tahun 2026" yang diharapkan menjadi jembatan emas melahirkan semangat inventor (penemu) sejak usia dini.
Program ini hadir sebagai persembahan spesial bagi dunia pendidikan Indonesia, bertujuan untuk mengasah nalar kritis dan kreativitas anak sejak usia dini melalui pendekatan sains yang menyenangkan.
Dalam webinar sosialisasi giat AIC yang diselenggarakan pada Selasa (5/5), Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Kurniawan, S.T., M.B.A., hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker) yang disiarkan langsung dikenal YouTube PAUDPEDIA yang mendapat perhatian 11.600 pemirsa.
Dalam arahannya, Kurniawan menekankan bahwa pendidikan pada jenjang PAUD memiliki peran yang sangat strategis sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurutnya, anak-anak tidak boleh hanya menjadi objek pembelajaran, melainkan harus diposisikan sebagai subjek yang aktif mengeksplorasi dunianya. Dengan demikian akan menumbuhkan semangat belajar dan mencari pengetahuan dengan cara bermain sambil belajar.
Tanamkan Pembelajaran Mendalam
Kurniawan menjelaskan bahwa AIC 2026 merupakan implementasi nyata dari konsep Pembelajaran Mendalam. Pendekatan ini merupakan strategi pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui pendekatan ini, anak-anak didorong untuk terlibat aktif dalam pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
"Pendidikan bukan sekadar transfer informasi, tetapi bagaimana kita memantik rasa ingin tahu anak. Melalui Aksi Ilmuwan Cilik, kita ingin menumbuhkan inisiatif anak dalam memecahkan masalah sederhana di lingkungan mereka. Kita ingin mereka memiliki jiwa ilmuwan sejak dini; yang berani bertanya, berani mencoba, dan peduli terhadap lingkungan sekitar," ujar Kurniawan di hadapan ribuan peserta webinar yang berasal dari berbagai satuan PAUD di seluruh Indonesia.
Kehadiran AIC 2026 ini juga merupakan kelanjutan dari kesuksesan program serupa pada tahun 2025. Kurniawan mencatat bahwa antusiasme guru dan siswa pada tahun lalu membuktikan bahwa sains bukanlah subjek yang menakutkan bagi anak usia dini, asalkan disampaikan dengan metode yang tepat dan eksploratif.
Fokus pada STEAM dan Inovasi Pendidik
Selain berfokus pada perkembangan anak, AIC 2026 juga dirancang sebagai panggung apresiasi bagi para pendidik PAUD. Program ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi guru untuk melakukan inovasi dalam praktik pembelajaran bermuatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Direktur PAUD tersebut menggarisbawahi bahwa penguasaan literasi sains sejak dini akan membantu anak menjadi calon inovator masa depan yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
"Momentum Hardiknas ini harus menjadi penggerak bagi seluruh satuan PAUD untuk meningkatkan kualitas layanannya. Dengan memperkenalkan konsep sains yang menyenangkan, kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga kreatif dalam mencari solusi," tambahnya.
Teknis Pendaftaran dan Partisipasi Nasional
Webinar sosialisasi ini juga memberikan panduan teknis yang mendalam bagi sekolah-sekolah yang ingin berpartisipasi. Periode pendaftaran Aksi Ilmuwan Cilik 2026 secara resmi telah dibuka mulai 1 Mei hingga 22 Mei 2026.
Waktu tiga minggu ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para guru untuk mendokumentasikan praktik baik pembelajaran yang telah mereka lakukan di kelas.
Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dra. Mareta Wahyuni, M.Pd., selaku Widyaprada Ahli Madya dan Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian Direktorat PAUD.
Beliau memaparkan bahwa penilaian dalam AIC tahun ini akan lebih menitikberatkan pada proses bagaimana anak menemukan solusi, bukan sekadar hasil akhir eksperimen.
Selain itu, Dr. Widia Winata, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang juga hadir sebagai narasumber, memberikan perspektif akademis mengenai pentingnya stimulasi kognitif melalui eksperimen sains sederhana. Ia menjelaskan bahwa kegiatan seperti mencampur warna, mengamati pertumbuhan tanaman, atau bermain dengan sifat air adalah cara terbaik untuk mengaktifkan sinapsis otak anak secara optimal.
Semangat Kolektif Pendidik Seluruh Negeri
Kegiatan webinar ini dipandu oleh moderator Arizka P. Arestrias dari Direktorat PAUD dan diisi dengan sesi diskusi interaktif. Banyak peserta dari daerah terpencil menanyakan tentang bagaimana menerapkan STEAM dengan alat dan bahan yang terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Tim Direktorat PAUD menegaskan bahwa esensi dari "Ilmuwan Cilik" adalah penggunaan bahan-bahan yang ada di sekitar (lost parts) dan tidak harus menggunakan peralatan laboratorium yang mahal.
Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya komitmen kolektif para pendidik untuk terus menerapkan Pembelajaran Mendalam. Pemerintah berharap AIC 2026 menjadi kado nyata bagi bangsa Indonesia dalam mencetak generasi emas.
"Kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk memeriahkan program ini. Mari kita buktikan bahwa dari ruang-ruang kelas PAUD di seluruh pelosok negeri, akan lahir ilmuwan-ilmuwan hebat yang akan membawa Indonesia maju di masa depan," pungkas Kurniawan menutup arahannya.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui kanal resmi yang dikelola oleh Direktorat PAUD Kemendikdasmen. Dengan dasar hukum yang kuat, termasuk UU No. 20 Tahun 2003 dan berbagai Permendikbudristek terkait standar nasional pendidikan, program AIC 2026 dipastikan akan menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi pendidikan anak usia dini di Indonesia tahun ini.
Penyunting: Eko B Harsono
Tinggalkan Komentar