
Schoolmedia News Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memastikan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Bandung berjalan sesuai dengan ketentuan prosedur dan mekanisme yang sudah ditetapkan. Hal ini nampak pada kunjungan kerjanya meninjau pelaksanaan TKA di SMPN 7 Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/4).
âAlhamdulillah, tadi saya perhatikan dan sudah masuk juga ke ruang tesnya, itu sudah sesuai, dan berjalan dengan baik, tidak ada pelanggaran-pelanggaran. Mudah-mudahan juga hari-hari berikutnya sama juga,â jelas Wamendikdasmen Atip Latipulhayat.
Wamen Atip menyebutkan bahwa tujuan pokok dari TKA adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi kemampuan individual dari para siswa sesuai dengan kemampuan akademik murid. Ia berharap, semua pihak dapat terus berkolaborasi dengan baik sehingga ke depannya pelaksanaan TKA terus mengalami peningkatan.
Pada kesempatan ini Wamen Atip juga berpesan kepada para siswa yang mengikuti TKA untuk tidak perlu cemas dalam menghadapi TKA, utamanya adalah mempersiapkan diri dengan baik. âTKA ini bukan penentuan kelulusan, tetapi untuk mengetahui kemampuan akademik masing-masing, jadi tidak perlu cemas. Makanya mengapa namanya bukan ujian, tapi tes, kalau ujian itu sudah terlalu banyak ujian kita dalam kehidupan ini, jadi tes saja namanya,â ujar Wamen Atip memberi semangat.
Terkait dengan kesiapan pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kota Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan pengecekan ke setiap sekolah, guna menunjang kelancaran TKA.
Hal ini karena tidak setiap sekolah dapat menjadi tempat pelaksanaan TKA, terdapat sekolah yang masuk zona blank spot internet. âSekolah baik SD dan SMP, itu sudah dipastikan bahwa internet aman dan kita juga di dukung oleh provider ya, supaya maksimal. Yang dulu 200 Mbps, kita maksimalkan menjadi 500 Mbps di tiap sekolah. Termasuk sebelumnya juga ada pelatihan, baik guru maupun ke siswanya,â jelas Asep Saeful Gufron.
Sikap optimis ditunjukkan oleh salah satu peserta TKA bernama Zaskia siswa kelas 9D, yang harus mengikuti ujian dengan kursi roda, karena baru selesai menjalani operasi tulang. Ia pun menuturkan persiapan yang ia lakukan di antaranya dengan latihan soal dan belajar bersama.
âPastinya aku belajar, lalu mencari-cari soal, latihan-latihan soal, belajar bareng juga sama teman-teman, karena aku tidak terlalu bisa belajar sendiri, jadi ada teman yang mengajari aku kalau aku tidak bisa, kalau tidak bisa bertemu bisa melalui video call,â ujar Zaskia optimis.
Hal senada juga disampaikan Ratu Putri Anjani, siswa kelas 9C yang baru selesai mengikuti TKA mata pelajaran Matematika. Walaupun terkendala pada beberapa soal, ia optimis meraih nilai yang baik pada Tes Kemampuan Akademik ini. âAlhamdulillah lancar, walaupun ada beberapa soalnya yang sulit, tetapi sejauh ini bisa ,banyak soal yang dikerjakan, jadi tetap optimis,â ujarnya.
Kepada teman-teman yang mengikuti TKA ia pun mengajak untuk terus bersemangat belajar dan lebih mempersiapkan diri mengikuti TKA. âBuat teman-teman yang mengikuti TKA semangat belajarnya, lebih disiapkan lagi, biar TKA nya lancar,â ujar Ratu bersemangat.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar