
Schoolmedia News Jakarta = Sebanyak 800 peserta perwakilan dari 2.414 pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam pertemuan daring bertajuk âKepala Badan Bahasa Menyapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Indonesia dalam Rangka Sosialisasi Bantuan Pemerintahâ pada Sabtu (4/4).
Angka tersebut merupakan suatu pencapaian positif yang sekaligus menunjukkan betapa potensialnya peran TBM sebagai âagenâ literasi di Indonesia. Mengingat TBM secara aktif dan masif turut serta menjaga dan mengembangkan budaya literasi dari generasi ke generasi di tengah masyarakat. Adapun pertemuan para perwakilan TBM ini juga menjadi ruang diskusi interaktif untuk saling berbagi praktik baik dalam menjawab berbagai tantangan serta penguatan jejaring komunitas literasi di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. âPeningkatan dan penguatan literasi ini menjadi hal yang sangat penting dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Literasi menjadi salah satu fondasi penting,â ujar Hafidz dalam acara yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Badan Bahasa.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan bidang kebahasaan dan kesastraan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â2029 berfokus pada penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan, pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, serta pelestarian bahasa dan sastra daerah. Dalam implementasinya, Badan Bahasa melakukan peningkatan literasai melalui pendekatan partisipasi semesta di satuan pendidikan, komunitas dan masyarakat. Pendekatan satuan pendidikand, mulai dari cerdas mengulas buku di tingkat sekolah dasar hingga membaca kritis di tingkat sekolah menengah atas.
Selain itu, Badan Bahasa juga memperkuat akses buku bacaan melalui penyusunan buku bacaan bermutu, pencetakan buku bacaan bermutu, pendistribusian bahan bacaan ke satuan pendidikan dasar dan menengah dengan kategori tingkat literasi rendah, serta penyusunan pedoman dan melakukan pendampingan penggunaannya di satuan pendidikan. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi menjadi solusi atas keterbatasan buku cetak. âKami mendorong masyarakat juga memanfaatkan buku digital yang telah tersedia melalui platform Rumah Pendidikan, khususnya pada fitur Ruang Murid,â kata Hafidz.
Menyadari pentingnya peran TBM dalam pengembangan literasi, pemerintah hadir untuk memberikan bantuan guna mendukung program-program literasi. Hafidz menyampaikan bahwa pada tahun ini tersedia tiga jenis bantuan pemerintah yang menyasar komunitas literasi, komunitas sastra, serta komunitas pelestari bahasa dan sastra daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Forum TBM dengan Balai atau Kantor Bahasa di daerah agar program literasi dapat tepat sasaran dan berjalan lebih optimal. âKami harapkan Forum TBM di daerah dapat bergandeng tangan dengan Balai Bahasa atau Kantor Bahasa untuk mendorong TBM yang memiliki kinerja baik dapat diusulkan sebagai penerima bantuan pemerintah,â ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam memperkuat ekosistem literasi nasional, serta mendorong keberlanjutan program-program literasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam laporan singkatnya, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menyampaikan bahwa kegiatan bersama forum TBM ini dilatarbelakangi oleh peran strategis Forum TBM dalam mengembangkan literasi di masyarakat. âForum TBM memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan literasi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dengan Badan Bahasa untuk memperkuat upaya tersebut,â ujarnya.
Ketua Forum TBM Nasional, Nero Taopik yang akrab disapa Kang Opik mengungkapkan bahwa jumlah TBM di Indonesia terus berkembang meskipun belum merata. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah TBM terbanyak, disusul Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Ia juga menyoroti keberagaman layanan TBM, mulai dari skala sederhana hingga yang telah mandiri dengan unit usaha komunitas.
Dalam kesempatan tersebut, Opik menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Badan Bahasa melalui program bantuan pemerintah. Ia menuturkan bahwa jumlah kuota penerima bantuan tahun ini meningkat dari 100 menjadi 110. Namun demikian, ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan. âLaporan pertanggungjawaban yang baik menjadi kunci keberlanjutan program ini di masa mendatang,â katanya.
Tentang Program Fasilitasi untuk Komunitas Literasi Tahun 2026
Program Fasilitasi untuk Komunitas Literasi Tahun 2026 ditujukan bagi komunitas yang memiliki kapasitas kelembagaan, aktif menjalankan kegiatan literasi, serta berkontribusi dalam penguatan budaya baca masyarakat. Kegiatan literasi yang diusulkan dalam program ini harus berfokus pada literasi baca tulis yang berkaitan dengan kebahasaan dan kesastraan, seperti kegiatan membaca pemahaman, penulisan kreatif, diskusi karya sastra, serta penguatan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Komunitas literasi yang memenuhi kriteria dapat mendaftar dengan membuat akun melalui laman resmi: https://dapobas.kemendikdasmen.go.id/banpempusbin/. Selain itu, petunjuk teknis program juga dapat diunduh melalui laman tersebut.
Adapun proses seleksi dilakukan melalui mekanisme kurasi dan rekomendasi oleh Balai/Kantor Bahasa, penilaian rencana kegiatan, serta pemenuhan persyaratan administratif sesuai ketentuan. Fasilitasi diberikan dalam bentuk bantuan pemerintah sebesar 50 juta rupiah per komunitas. Dalam pelaksanaan pertemuan daring ini, juga diselenggarakan sesi tanya jawab yang secara khusus membahas aspek teknis dan administratif program bantuan. Sesi ini dimanfaatkan oleh para pengelola TBM untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, kendala, serta kegelisahan yang selama ini dihadapi, terutama terkait proses pengajuan, pelaksanaan, hingga pelaporan program.
Sebagai tindak lanjut, Badan Bahasa melalui Balai Bahasa dan Kantor Bahasa di daerah akan memberikan bimbingan dan pendampingan kepada TBM. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu komunitas dalam memahami mekanisme program secara lebih komprehensif, meningkatkan kualitas perencanaan kegiatan, serta memastikan pengelolaan bantuan dilakukan secara akuntabel dan berkelanjutan.
Syahrian Khamary, dari Komunitas Sastra Armada Pena Kota Tidore menyampaikan apresiasi terhadap program bantuan pemerintah yang diberikan oleh Badan Bahasa, yang dinilai sebagai salah satu penyaluran bantuan paling transparan dan kredibel. Sebagai penerima Bantuan Pemerintah Bidang Sastra, ia turut merasakan langsung manfaat program dalam memperkuat kegiatan kesastraan, dan mendorong tumbuhnya karya sastra berbasis komunitas di daerahnya.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar