Cari

Dr Nia Nurhasanah M.Pd: “Peserta Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Jangan Pelit Ilmu dan Harus Menjadi Pioner Agen Perubahan Satuan PAUD di Daerahnya”



Schoolmedia News Jakarta =  Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd., menyerukan agar para peserta Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan ke-2 menjadi pionir dan pelopor agen perubahan di daerah masing-masing.

Langkah ini menjadi krusial guna mengakselerasi terwujudnya Satuan PAUD yang inklusif dan berkualitas demi memenuhi visi besar pendidikan bermutu untuk semua.

Harapan tersebut disampaikan Nia saat menutup secara resmi kegiatan Bimtek yang berlangsung di Serpong, Tangerang, Sabtu (28/2/2026). Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah untuk mengundang seluruh satuan pendidikan secara langsung, Nia berpesan agar para peserta tidak "pelit" ilmu dan bersedia membagikan pengetahuan yang didapat kepada satuan PAUD lain yang belum berkesempatan hadir.

"Bapak dan Ibu adalah orang-orang terpilih yang beruntung. Di tengah keterbatasan anggaran, tidak semua dari 64.191 satuan PAUD penerima bantuan bisa kami undang untuk bimbingan teknis tahun ini. Karena itu, saya minta jangan hentikan ilmu ini di tangan Anda sendiri. Jadilah pelopor yang membagi pengetahuan kepada rekan-rekan guru lain di daerah," tegas Nia.

Membangun Ekosistem Digital

Nia menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar urusan kepemilikan perangkat keras seperti laptop atau akses internet satelit di wilayah terpencil. Merujuk pada Inpres Nomor 7 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 59 Tahun 2025, digitalisasi harus dipahami sebagai pembangunan ekosistem yang utuh.

"Bicara digitalisasi pembelajaran adalah bicara soal kompetensi manusia untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Kami di pusat, bersama Pusdatin dan Pusat Kurikulum, telah membangun 'Ruang Murid' di platform Rumah Pendidikan dengan susah payah. Semua konten itu akan sia-sia jika para pionir di lapangan tidak menggerakkannya," ujarnya.

Pemerintah terus berupaya memeratakan kualitas pendidikan melalui bantuan perangkat digital, terutama bagi satuan yang memenuhi syarat administrasi di Dapodik. Nia mengingatkan agar pengelola PAUD selalu memutakhirkan data jumlah peserta didik usia 5-6 tahun secara akurat sebagai basis penentuan penerima bantuan.

Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

Transformasi digital ini juga menjadi fondasi bagi kesuksesan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mewajibkan satu tahun prasekolah. Saat ini, capaian akses PAUD nasional telah menyentuh angka 88 persen untuk usia 5-6 tahun, sebuah lonjakan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 70 persen.

"Luar biasanya, 97 persen dari capaian partisipasi ini digerakkan oleh masyarakat. Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dalam pendidikan sangat kuat. Peran Bapak dan Ibu sebagai agen perubahan akan memastikan bahwa partisipasi yang tinggi ini juga dibarengi dengan kualitas pembelajaran yang bermutu dan inklusif," tambah Nia.

Selain aspek teknologi, Nia juga mendorong penguatan literasi, numerasi, dan pendekatan sains-teknologi (STEM). Ia mengajak pendidik untuk mengeksplorasi Ruang guru dan ruang mutid di Rumah Pendidikan serta membuka laman PAUDPEDIA serta follow semua sosial media PAUDPEDIA yang menyediakan beragam bahan ajar, mulai dari pembelajaran berbasis komputasional hingga inovasi kecerdasan buatan (AI) yang relevan untuk anak usia dini.

Pendidikan karakter tetap menjadi pilar utama melalui gerakan "7 Kebiasaan Anak Indonesia". Nia berharap para peserta Bimtek mampu mengawal aktivitas ini hingga menjadi budaya di lingkungan sekolah dan rumah.

"Anak-anak kita hidup di zaman yang berbeda. Kita tidak boleh tertinggal. Manfaatkan kesempatan ini untuk membawa perubahan nyata di daerah masing-masing, demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah," pungkasnya.

Peserta Bimtek Angkatan ke-2 ini diharapkan menjadi pionir di daerah masing-masing. Nia menekankan agar ilmu yang didapat selama pelatihan tidak berhenti pada individu peserta, tetapi harus disebarluaskan ke satuan PAUD lain yang telah menerima bantuan perangkat namun belum mendapatkan kesempatan pelatihan.

​"Jangan menghentikan ilmu pengetahuan ini di bapak dan ibu saja. Sampaikan informasi ini kepada teman-teman yang lain. Kita punya ruang murid di platform Rumah Pendidikan yang berisi banyak konten berkualitas hasil kolaborasi dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran serta Pusdatin," kata Nia.

​Ia juga mengakui adanya tantangan besar dalam pemanfaatan bantuan. Dari sekitar 64.191 satuan PAUD yang menerima bantuan tahun lalu, baru sebagian kecil yang sudah tersentuh bimbingan teknis.

"Pengalaman tahun lalu, dari 64.000 penerima, baru sekitar 7.000 yang dibimtek dan itu pun pemanfaatannya belum optimal. Saya tidak ingin hal itu terulang kembali pada angkatan ini," tambahnya.

 Tim Schoolmedia

Artikel Selanjutnya
Redupnya Gema Bahasa Indonesia di Negeri Kanguru: Sebuah Alarm Budaya
Artikel Sebelumnya
Panduan Pendidikan Kebencanaan dan Juknis Pembelajaran di Satpen Terdampak Bencana

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar