Cari

Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah 2026, Bentuk Pelestarian Dakswah Muhammadiyah Melalui Seni


Schoolmedia News Jakarta = Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) PP ‘Aisyiyah menggelar Puncak Acara Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2026.

Dalam agenda yang berlangsung Sabtu (10/1) bertempat di Auditorium Saraswati BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta, Widyastuti selaku Ketua LBSO PP ‘Aisyiyah menyatakan bahwa gerak dakwah ‘Aisyiyah melalui seni, budaya dan olahraga bukanlah hal baru.

“Sejak periode 2000 an, PP ‘Aisyiyah telah membentuk lembaga kebudayaan (kini LBSO). Sejak saat itulah kebudayaan mulai masuk kedalam pemikiran ‘Aisyiyah dan dalam kacamata ‘Aisyiyah, kebudayaan ini tak lepas dalam kehidupan manusia,” jelasnya.

Mengusung tema “Memajukan dan Melestarikan Seni Budaya”, Widyastuti turut menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah siap untuk terus berkomitmen memberikan warna, memperluas spektrum dakwah melalui kesenian, kebudayaan dan keolahragaan.

“LBSO telah berpegang pada fatwa majelis tarjih 1995 tentang bagaimana Muhammadiyah berkebudayaan dan berkesenian,” tegasnya.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan LBSO ini dapat menjadi pintu masuk untuk bagaimana seni budaya dapat menyampaikan pesan yang indah bagi gerakan dakwah ‘Aisyiyah,” tambahnya.

Ketua Pelaksana FeSiBA, Sarjilah menambahkan, pelestarian dakwah ‘Aisyiyah melalui sektor kesenian dan kebudayaan berorientasi kepada nilai luhur yang terkandung dalam falsafah budaya.

Adapun dalam pengembangannya, berorientasi kepada kesejahteraan semesta yang berlandaskan kreativitas dan proses pembaharuan yang berkemajuan.

“Sudah sepatutnya LBSO melalui perannya mengenalkan, melestarikan dan turut mengembangkan kebudayaan nusantara yang sangat kaya dengan budaya dan etnik. Untuk itulah FeSiBA hadir sebagai salah satu wujud ikhtiar memajukan dan melestarikan kebudayaan, kesenian, dan olahraga itu sendiri,” pungkasnya

Identitas Perempuan Aisyiyah 

Seni menjadi jalan untuk memperkuat identitas perempuan ‘Aisyiyah yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. Hal ini diutarakan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam Puncak Acara Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2026 pada Sabtu (10/1).

Salmah menegaskan bahwa dalam Islam seni bukanlah sesuatu yang dilarang, sejatinya, seni dan budaya berada dalam garis relasi tak dapat terpisahkan dari nilai-nilai keimanan.

“Melalui seni budaya, Islam hadir sebagai rahmatan lil alamin, membawa kesejukan kedamaian dan juga kemuliaan akhlak,” ungkapnya.

Bahkan dalam sebuah hadits riwayat muslim dikatakan bahwa “Sesungguhnya, Allah Maha Indah dan Mencintai Keindahan,”

Oleh sebab itu, penerapan nilai ketauhidan, nilai akhlak, dan nilai kemanusiaan dalam seni budaya dapat menjadi sarana dakwah berkemajuan yang mampu membangun peradaban, menumbuhkan kehalusan budi, dan memperkuat identitas keumatan. Terkhususnya bagi para perempuan. 

Karena sejatinya perempuan turut memiliki peran dan kesempatan atas ruang gerak dakwah Islam di dalam lingkup seni budaya. 

“Kita semua meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis di dalam merawat budaya, membangun peradaban, dan juga menanamkan nilai Islam di dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Salmah. 

Pada momentum ini, Salmah turut memuji para hadirin perempuan yang tampil cantik dan anggun, berbalutkan busana adat daerahnya masing-masing. Menurutnya, ini adalah wujud implementasi perempuan terhadap firman Allah pada QS Al-A’raf ayat 31 tentang adab berpakaian yang rapi dan indah, ke dalam kehidupan sehari-harinya. 

Berbusana yang rapi dan indah merupakan salah satu bentuk partisipatif perempuan islam dalam berdakwah. Namun tetap dengan fitrah jiwanya sebagai seorang perempuan. 

“Maka berpakaianlah yg indah dan cantik tanpa harus melupakan jati diri seorang perempuan” pesan Salmah.

Diakhir Salmah mengutarakan apresiasinya kepada Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) ‘Aisyiyah yang sukses menyelenggarakan FeSiBA pertamanya di tahun 2025. Menurutnya, ini menjadi bukti konkret keseriusan LBSO dan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah dalam memberikan ruang ekspresi bagi para perempuan. Kelak, hapannya dapat mendorong lahirnya perempuan yang beradab, berbudaya, dan berkarakter kuat sebagai wujud dakwah yang berkemajuan

Tim Schoolmedia

Artikel Selanjutnya
Kemendikdasmen Terbitkan SE No 1 Tahun 2026 Sebagai Benteng Resiliensi Satuan Pendidikan Terdampak Bencana
Artikel Sebelumnya
BNPB Siapkan Pembangunan Hunian Sementara Warga Terdampak Bencana di Sumatra Barat

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar