Yulion Mirin, Siswa Pegunungan Bintang Papua Peraih Beasiswa ADEM Juara Olimpiade Literasi

 

Schoolmedia News Papua ---- Yulion Mirin namanya, seorang remaja belia dari Suku Ketengban di Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua Pegunungan. Bicaranya tegas,lugas dan penuh antusias. Saat ini, Yulion duduk dibangku kelas XII di SMA Negeri 1 Malaya, Jembrana, Bali.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini merupakan siswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), salah satu program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi pada Tahun 2021 lalu.

Yulion bukan siswa biasa,bukan pula anak Papua yang kebanyakan. Sejak SMP di Keerom, Papua, Yulion sudah berkiprah di dunia literasi. Hal ini luar biasa, karena Yulion berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang, salah satu kabupaten yang masuk dalam kategori daerah tertinggal atau 3T dari 62 daerah 3T di seluruh Indonesia.

Tahun 2021 lalu, saat usianya masih 16 tahun dan duduk di bangku SMA kelas satu, Yulion menginisasi sebuah program bertajuk “ALAT TULIS UNTUK KAWAN DI PEDALAMAN PAPUA”. Memanfaatkan sebagian uang yang diterimanya sebagai peserta ADEM yang sebesar Rp2juta se bulan, Yulion memberikan dukungan dan akses ke alat tulis sekolah yang dibutuhkan oleh anak-anak di pedalaman Papua agar semangat mereka dalam belajar dapat terus berkembang.

“Awalnya saya memanfaatkan Tabungan Rp 6 juta dan selanjutnya setiap bulan saya sisihkan untuk mewujudkan gagasan saya itu, “kata Yulion yang lulusan SMP 2 Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Propinsi Papua ini.

Inisiatif Yulion tersebut rupanya dilirik Yayasan Karya Anak Milenial atau KAMI Foundation,sebuah  wadah bagi para pemuda-pemudi Indonesia baik yang berada di dalam maupun di luar negeri untuk mengembangkan diri dan menuangkan ide, inovasi serta karyanya. Bersama Kami Foundation,Yulion yang saat itu masih berusia 16 tahun.

“Awalnya di Labuan Bajo karena dekat dengan sekolah saya di Bali, untuk ke Papua waktu itu belum bisa, “katanya.

Setahun kemudian, Tahun 2022, Yulion baru menyalurkan bantuan ke Papua, tepatnya pada 96 orang siswa di Kampung Misool, Kabupaten Raja Ampat,Papua Barat.

Upaya itu diapresiasi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Yulion pun bersyukur, di usianya yang masih 17 tahun memperoleh apresiasi dari pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Ikut olimpiade

Pada Tahun 2022 lalu, Yulion mengikuti Olimpiade Literasi dan Numerasi Indonesia dan  meraih medali perak. Dengan berbagai kiprah dan penghargaan itu, pada Tahun 2023, Yulion Bersama dengan Citra Kirana Utari dinobatkan sebagai Duta Penggerak Literasi Propinsi Papua Tahun 2023. Yulion juga telah terlibat dalam pertukaran pemuda di Asia dan meraih penghargaan dalam kompetisi literasi internasional pada tahun 2023.

Tak hanya di bidang literasi kiprah dan prestasi Yulion, tapi juga dalam bidang lingkungan. Hasilnya, pada Tahun 2023 juga Yulion didapuk sebagai Duta Inisiatif Indonesia Papua Pegunungan pada tahun 2023. Hal itu  karena Yulion punya komitmen terhadap Papua dan lingkungan pegunungannya. Saat ini,Yulion sedang mencoba membuat eco bricks, yakni memanfaatkan botol-botol plastik untuk dibuat menjadi pot bunga.

“Sementara ini saya ujicoba di kost an saya karena banyaknya sampah plastik, terutama botol plastik, saya modifikasi menjadi pot-pot bunga, bila kelak saya kembali ke Papua, akan saya terapkan,” katanya. Ardiputra

Komentar

250 Karakter tersisa