Minyak Tanah Tembus Rp15.000, Mahasiswa UNWIRA Cari Solusi Energi Alternatif untuk Warga

Schoolmedia News - Kenaikan harga dan persoalan ketersediaan minyak tanah menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) untuk mencari alternatif yang dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Sebelumnya, harga minyak tanah di Kupang pernah mencapai Rp15.000 per liter ketika pasokan mengalami keterbatasan.
Situasi tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan energi rumah tangga masih menjadi persoalan penting, terutama ketika masyarakat menghadapi kenaikan harga atau keterbatasan pasokan. Mahasiswa UNWIRA kemudian mencoba melihat persoalan tersebut dari sisi yang berbeda, yakni mencari peluang untuk menghadirkan sumber energi alternatif yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Inovasi yang dikembangkan mahasiswa menunjukkan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide penelitian. Permasalahan yang dirasakan masyarakat tidak hanya dapat menjadi keluhan, tetapi juga dapat diolah menjadi gagasan yang kemudian diuji melalui kegiatan akademik. Pendekatan seperti ini membuat pembelajaran di perguruan tinggi semakin dekat dengan persoalan nyata.
Bagi mahasiswa, proses mengembangkan energi alternatif juga menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan penelitian dan pemecahan masalah. Mereka dituntut memahami kebutuhan masyarakat, mengembangkan gagasan, kemudian mencari kemungkinan solusi yang dapat diterapkan secara lebih luas.
Upaya tersebut sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat sosial. UNWIRA sendiri memiliki berbagai program studi di bidang sains dan teknologi, termasuk Biologi, Kimia, Teknologi Pangan, serta sejumlah program studi teknik yang dapat mendukung pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Kisah mahasiswa UNWIRA ini menunjukkan bahwa persoalan energi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi. Ketika kebutuhan masyarakat dipadukan dengan pengetahuan akademik dan kreativitas mahasiswa, muncul peluang untuk menghasilkan alternatif yang diharapkan dapat membantu menghadapi tantangan energi di tingkat lokal.
Pada akhirnya, inovasi energi bukan hanya soal menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga memastikan solusi tersebut relevan, aman, terjangkau, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Dari persoalan harga minyak tanah, mahasiswa UNWIRA menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi tempat lahirnya gagasan yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari dan diarahkan untuk memberikan solusi bagi lingkungan sekitar.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Sudah Diterima SMA Negeri, Sabrina Tetap Kejar SNT dan Tak Takut Memulai Lagi
No Na Bikin Heboh HITC Los Angeles, Bawakan “Honk!” dan “Rollerblade”, Christy Pamer Aksi Akrobatik