Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Kisah Putri Kembar Buruh Serabutan yang Menolak Menyerah pada Keadaan

author Andeliyumna
Jul 28, 2026 |
16 Dilihat

Schoolmedia News Ponorogo - Di sebuah sudut Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, berdiri rumah sederhana dengan dinding bata yang belum seluruhnya diplester. Jalan menuju rumah itu melewati hamparan sawah dan jalan berbatu yang menjadi saksi kehidupan sebuah keluarga kecil yang bertahun-tahun berjuang dalam keterbatasan. Di rumah itulah Mahmudah Lathif dan saudara kembarnya, Muzdrickah Lathif atau Rikah, dibesarkan oleh ayah mereka, Meseri, seorang buruh serabutan, dan ibunya, Siti Rokhayati, ibu rumah tangga yang sesekali membantu bekerja di sawah. Penghasilan keluarga tidak pernah menentu. Hari ini ada pekerjaan, esok belum tentu. Namun di tengah segala keterbatasan, kedua orang tua mereka memiliki satu keyakinan yang tidak pernah berubah: pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah nasib anak-anaknya.

Sejak kecil, Mahmudah dan Rikah tumbuh sebagai pasangan saudara yang selalu berjalan bersama. Mereka bersekolah di tempat yang sama sejak jenjang dasar hingga SMA, bukan tanpa alasan. Orang tua mereka memilih strategi tersebut agar biaya pendidikan dan transportasi dapat ditekan. Meski hidup sederhana, keduanya dikenal sebagai siswa berprestasi. Mereka hampir selalu berada di peringkat teratas kelas dan aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik. Puluhan penghargaan dari tingkat daerah hingga nasional berhasil mereka raih. Alih-alih saling bersaing secara tidak sehat, mereka justru saling mendorong untuk menjadi lebih baik. Ketika salah satu menang dan yang lain belum berhasil, mereka menganggapnya sebagai giliran, bukan kekalahan. Semangat itulah yang membuat keduanya terus berkembang bersama.

Di balik sederet prestasi itu, jalan menuju perguruan tinggi impian tidak berjalan mulus. Mahmudah dan Rikah sama-sama mengalami penolakan di berbagai jalur masuk perguruan tinggi negeri. Mereka sempat gagal melalui SNBP dan beberapa seleksi lainnya. Bahkan keduanya sempat diterima di perguruan tinggi lain, tetapi masih menyimpan harapan untuk bisa berkuliah di Universitas Gadjah Mada. Berkali-kali menghadapi kegagalan membuat mereka kecewa, tetapi tidak memilih berhenti. Mereka terus mempersiapkan diri hingga kesempatan terakhir datang melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM). Bagi keduanya, itu menjadi harapan terakhir yang ingin diperjuangkan sepenuh hati.

Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan. Saat pengumuman diterbitkan, Mahmudah diterima di Program Sarjana Terapan Manajemen dan Penilaian Properti, sedangkan Rikah diterima di Program Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, keduanya di Sekolah Vokasi UGM. Lebih membahagiakan lagi, mereka memperoleh subsidi UKT sebesar 100 persen sehingga persoalan biaya kuliah yang selama ini menghantui keluarga dapat teratasi. Bagi Meseri dan Siti, kabar tersebut menjadi hadiah terbesar atas perjuangan bertahun-tahun membesarkan kedua putrinya. Air mata haru dan rasa syukur menyelimuti keluarga kecil itu, membuktikan bahwa pengorbanan yang selama ini dilakukan tidak pernah sia-sia.

Kisah Mahmudah dan Rikah bukan hanya tentang keberhasilan masuk ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Lebih dari itu, kisah mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi batas bagi cita-cita. Dari sebuah rumah sederhana di desa yang selama ini dikenal karena tantangan sosial dan ekonomi, lahir dua perempuan muda yang memilih mengubah masa depan melalui pendidikan. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, dukungan keluarga, ketekunan belajar, dan keberanian untuk terus bangkit setelah gagal mampu membuka pintu menuju kesempatan yang lebih besar. Kini, mereka tidak hanya membawa harapan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak anak Indonesia bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari tempat yang paling sederhana sekalipun.

_

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2026/07/25/180222671/cerita-mahmudah-dan-rikah-putri-kembar-anak-buruh-serabutan-berhasil

Francisca Rani Indira Akhirnya Wujudkan Mimpi Kuliah di UGM
tokoh Selanjutnya
Francisca Rani Indira Akhirnya Wujudkan Mimpi Kuliah di UGM
author Andeliyumna
Jul 28, 2026
Bukan Sekadar Pentas Seni, LASCAR 2026 Menjadi Ruang Tumbuh 500 Siswa SMP Labschool Cibubur
tokoh Sebelumnya
Bukan Sekadar Pentas Seni, LASCAR 2026 Menjadi Ruang Tumbuh 500 Siswa SMP Labschool Cibubur
author Andeliyumna
Jul 28, 2026

Komentar