Diantar Ayah Naik Bajaj, Andromeda Buktikan Mimpi Besar Tak Selalu Berawal dari Fasilitas Mewah
Schoolmedia News Bandung - Pagi itu, sebuah bajaj melaju di jalanan Jakarta mengantarkan seorang gadis menuju kampus impiannya. Di balik perjalanan sederhana itu, tersimpan cerita panjang tentang kerja keras, ketekunan, dan kasih sayang seorang ayah. Gadis itu adalah Andromeda, yang berhasil lolos ke Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) tanpa pernah mengikuti bimbingan belajar. Perjalanannya menjadi bukti bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari fasilitas yang serba lengkap, tetapi dari tekad yang terus dipelihara setiap hari.
Sejak duduk di bangku sekolah, Andromeda terbiasa belajar secara mandiri. Buku pelajaran, latihan soal, materi dari guru, serta berbagai sumber belajar menjadi teman setianya dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Ia menyusun jadwal belajar sendiri, mengevaluasi kelemahan, dan terus berlatih hingga memahami setiap materi. Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada belajar secara instan menjelang ujian.
Di balik keberhasilannya, ada sosok ayah yang selalu mendampingi tanpa banyak kata. Sang ayah bekerja sebagai pengemudi bajaj dan tetap memberikan dukungan penuh terhadap cita-cita putrinya. Setiap tetes keringat yang dihasilkan menjadi wujud kasih sayang agar anaknya bisa memperoleh pendidikan terbaik. Ketika kabar kelulusan diterima, kebahagiaan itu bukan hanya milik Andromeda, tetapi juga menjadi hadiah atas perjuangan keluarga yang selama ini tidak pernah berhenti percaya pada pentingnya pendidikan.
_
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Merasa Cuma Diberi Tanggung Jawab Tanpa Wewenang, Gubernur Malut Protes Prosedur GTRA ke DPR
Sebut Reshuffle Bukan Akhir Karier, Hasan Nasbi Ungkit Perjalanan Prabowo dan Anwar Ibrahim
Jasa Pendiri BNI Margono Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional