Tiga Dekade Menjaga Rumah Pengetahuan: Pengabdian Muhammad Ardi Menghidupi Perpustakaan
Schoolmedia News Makassar - Di tengah derasnya arus informasi digital, masih ada sosok yang setia menjaga aroma buku dan sunyinya rak-rak perpustakaan. Dialah Muhammad Ardi, seorang pustakawan yang telah mendedikasikan lebih dari tiga puluh tahun hidupnya untuk merawat ruang yang menjadi rumah bagi ilmu pengetahuan. Baginya, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang yang mampu mengubah cara seseorang memandang dunia. Di balik setiap koleksi yang tersusun rapi, ia melihat harapan lahirnya generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis.
Perjalanan panjang Muhammad Ardi tidak dibangun oleh sorotan publik ataupun penghargaan semata. Hari-harinya dihabiskan untuk memastikan setiap pengunjung mendapatkan akses terhadap pengetahuan yang mereka butuhkan. Ia menyaksikan bagaimana perpustakaan terus bertransformasi, dari katalog manual, rak-rak kartu, hingga layanan berbasis teknologi digital. Meski zaman berubah, satu hal yang tetap ia pegang adalah keyakinan bahwa buku akan selalu menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik.
Bagi Ardi, menjadi pustakawan berarti menjadi pelayan literasi. Ia percaya setiap orang berhak menemukan buku yang mampu menginspirasi, membuka wawasan, bahkan mengubah jalan hidupnya. Karena itu, perpustakaan harus menjadi ruang yang ramah, inklusif, dan hidup. Tidak hanya dipenuhi buku, tetapi juga menjadi tempat berdiskusi, belajar, berkarya, dan bertumbuh bersama masyarakat.
Selama puluhan tahun mengabdi, Ardi juga menyaksikan tantangan dunia literasi yang terus berkembang. Kehadiran teknologi tidak ia anggap sebagai ancaman, melainkan peluang untuk memperluas akses pengetahuan. Menurutnya, perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Semangat itulah yang membuatnya terus berinovasi agar perpustakaan tetap relevan di tengah perubahan.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://www.kompas.id/artikel/muhammad-ardi-tiga-dekade-menghidupi-perpustakaan?open_from=Tokoh_Page
Liputan Khusus Lainnya:
Najelaa Shihab, Penggerak Pendidikan yang Percaya Semua Orang Bisa Menjadi Guru
Butet Manurung, Membawa Cahaya Pendidikan hingga ke Pedalaman Indonesia