Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
regional

Kekeringan Belum Usai, BPBD Ciamis Tetap Distribusikan Air Bersih ke Warga

author Andeliyumna
Oct 05, 2026 |
6 Dilihat

SchoolmediaNews - Kondisi kekeringan masih dirasakan oleh sebagian masyarakat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meskipun masa status siaga darurat kekeringan telah berakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis tetap melanjutkan penyaluran bantuan air bersih karena masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.

Status siaga darurat kekeringan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Ciamis sebelumnya berlaku sejak Juli hingga 30 September 2026. Setelah periode tersebut berakhir, kondisi penanganan memasuki masa transisi menuju musim hujan. Namun, berakhirnya status siaga tidak secara otomatis menghentikan bantuan bagi masyarakat yang masih terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa pihaknya tetap memantau kondisi masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, selama masih ada warga yang mengalami kekurangan air bersih, bantuan tetap akan diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Hujan memang mulai turun di beberapa wilayah Ciamis dalam beberapa hari terakhir. Akan tetapi, curah hujan belum merata sehingga sebagian daerah masih menghadapi kondisi kering. Berdasarkan pemantauan BPBD, hujan baru terjadi di sejumlah titik, di antaranya wilayah Sindangkasih dan Kawali.

Selama masa siaga darurat berlangsung, kekeringan tercatat melanda 143 dusun yang berada di 65 desa dan tersebar pada 23 kecamatan. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat di sejumlah wilayah kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk membantu masyarakat, BPBD Ciamis bersama sejumlah instansi telah menyalurkan jutaan liter air bersih. Bantuan tersebut diberikan kepada puluhan ribu warga yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan sumber air.

Distribusi air dilakukan secara langsung ke wilayah yang membutuhkan. Bantuan tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan dasar, seperti minum, memasak, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Kondisi kekeringan juga memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah daerah. Selain kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga, berkurangnya ketersediaan air turut memengaruhi sektor pertanian. Lahan yang kekurangan air menjadi lebih sulit untuk diolah sehingga aktivitas pertanian masyarakat ikut terdampak.

BPBD Ciamis memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak tetap dilakukan meskipun status siaga telah selesai. Pemerintah daerah juga bersiap menghadapi masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Penanganan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi setiap wilayah. Daerah yang masih mengalami kekurangan air akan menjadi perhatian agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Di sisi lain, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih diharapkan segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah setempat. Informasi dari masyarakat diperlukan agar petugas dapat mengetahui wilayah yang membutuhkan bantuan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa berakhirnya status siaga bencana tidak berarti seluruh dampak kekeringan telah selesai. Selama sumber air belum kembali normal dan hujan belum turun secara merata, sebagian masyarakat masih membutuhkan dukungan dari pemerintah.

BPBD Ciamis pun tetap membuka layanan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Penyaluran akan disesuaikan dengan hasil pemantauan dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

Dengan adanya bantuan yang terus diberikan, pemerintah berharap masyarakat yang masih mengalami krisis air dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari menunggu kondisi cuaca kembali normal dan sumber air mulai terisi kembali.

Sumber Berita : Kompas


Kabel Semrawut Mulai Ditata, Jakarta Targetkan selesai Lima Tahun
regional Sebelumnya
Kabel Semrawut Mulai Ditata, Jakarta Targetkan selesai Lima Tahun
author Andeliyumna
Oct 05, 2026